Laskarwongkito.comBudak Plembang mano yang idak kenal dengan Plaju? Daerah ini dikenal sebagai kawasan Pertamina, karena adanya kilang minyak di dalamnya. Nah, bahasan kita kali ini mengenai Plaju yang dulunya menjadi titik penting selama perang kemerdekaan dan wajib dikuasai bagi setiap tentara pendudukan maupun pejuang.

kilang-minyak-plaju-sungai-gerong-57c6c041fd22bdfe47de7b06

(sumber foto: assets.kompasiana.com)

Karena kawasan Plaju menjadi pusat bahan bakar untuk kepentingan transportasi kendaraan perang.

Menurut sejarahnya, Kilang Plaju didirikan oleh BPM dan beroperasi tahun 1904 dalam masa penjajahan Belanda. Bahan baku crude berasal dari lapangan sekitar Palembang Selatan atau sekitar Prabumulih dan Jambi.

Pada zaman pendudukan Jepang dikuasai oleh Jepang untuk keperluan pemenuhan kebutuhan BBM perang.

Saat perang kemerdekaan para pejuang berusaha merebut dari Jepang. Usaha tersebut tidak berjalan lancar karena kedatangan kembali Belanda dalam pasukan NICA. Terjadilah bentrokan­bentrokan senjata antara pejuang Indonesia dan tentara Belanda.

Komplek kilang minyak milik Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) III Plaju Ð Sungai Gerong,  Palembang, Sumsel, Sabtu  (2/5). Kilang minyak Pertamina (Persero) RU-III memiliki luas area sebesar 384 hektar yang terbagi menjadi dua, yaitu daerah Plaju sebesar 230 hektar dan daerah Sungai Gerong sebesar 154 hektar. Kilang Plaju didirikan pada tahun 1903 dan kilang Sungai Gerong pada tahun 1926. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ss/mes/15

(sumber foto: beritadaerah.co.id)

Sebagai akibat serbuan Belanda dalam Agresi I Belanda tahun 1947, wilayah Indonesia terpecah menjadi dua daerah kekuasaan, yaitu daerah kekuasaan Republik Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.

Agresi II Belanda tahun 1948 Pada masa itu kilang Plaju dan Sungai Gerong telah direbut kembali oleh Belanda dalam Perang Lima Hari Lima Malam di sekitar Palembang.

Sampai akhir 1966 kegiatan kilang Plaju dilaksanakan oleh PT Shell, walaupun pada saat itu kedaulatan Republik Indonesia sudah diakui dunia.

Baru setelah itu kilang dan semua asetnya termasuk perumahan, sekolah, rumah sakit dan lain­lainnya kembali menjadi milik bangsa Indonesia yang dialokasikan pada Permina dan seterusnya sampai Pertamina (Persero) saat ini.

Nah kan, Plaju adalah tempat bersejarah dan kita sebagai generasi muda Kota Palembang, haruslah melek. Bahwa, Plaju ini merupakan saksi bisu perebutan kemerdekaan dari tangan penjajah, baik Belanda, Jepang maupun NICA. (red/dil)

Artikel Terkait