PALEMBANG — Untuk mensosialisasikan kebijakan pembiayaan perumahan 2015-2019 dalam rangka mendukung program sejuta rumah dan memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam mengakses bantuan pembiayaan perumahan, Kementrian PUPR menggelar rapat koordinasi (rakor) pemetaan potensi pembangunan rumah tahun anggaran 2017/2018.

Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kementrian PUPR RI, Dr Ir Eko D Heripoerwanto mengatakan pemetaan potensi pembangunan rumah tahun anggaran 2017 bisa mencapai 10-15% dari target sejuta rumah dan bantuan pembiayaan perumahan sekitar 35-60% dari total target sejuta rumah
per tahunnya.

“Kementerian PUPR selaku koordinator di tingkat pusat harus didukung sepenuhnya baik oleh para pengembang maupun pemerintah daerah khususnya dalam mengkoordinasikan pencapaian target di masing-masing daerah, terutama dalam memberikan kemudahan dan kepastian perijinan serta fasilitasi penyediaan lahan murah,” kata Eko disela kegiatan rakor pemetaan potensi pembangunan di Aryaduta, Senin (07/03).
Selain itu, dirinya mengajak pemerintah daerah, Asosiasi Pengembang, Pengembang serta Perbankan untuk bersinergo dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di bidang perumahan.

“Kita juga mengharapkan semua pihak turut serta mendukung program sejuta rumah yang telah dicanangkan oleh Pemerintah,” singkatnya.

Rakor tersebut dibuka langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah provinsi Sumsel, Djoko Imam Sentosa dan turut hadir Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sumsel, Kepala Kantor Wilayah BPN Sumsel, Ketua Umum DPP REI, Ketua Umum DPP APERSI dan APERNAS. (juniara)

Artikel Terkait