PALI — Antisipasi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang biasa terjadi saat musim kemarau, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Heri Amalindo, mengajak masyarakat Kabupaten PALI agar tidak membakar lahan atau hutan saat membuka lahan baru.Sebab, menurut orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan, dengan membakar lahan atau hutan,imbas yang ditimbulkan sangat besar dampaknya bagi banyak orang.

Selain itu, ajakan Bupati ini untuk mencapai PALI zero hotspot tahun 2017 demi menyongsong dan mensukseskan perhelatan akbar yang digelar di Palembang tahun 2018 yakni Asean Games.

“Akibat pembakaran lahan atau hutan adalah keluarnya asap. Yang nantinya, asap tersebut mengganggu aktivitas kita semua, bahkan luar wilayah kita juga bakal kena imbasnya. Tentu hal ini harus kita hindari dan jangan membakar lahan apabila akan membuka kebun. Apalagi di provinsi kita tahun depan akan menjadi tuan rumah Asean Games, jadi kita harus mendukung agar perhelatan itu bisa sukses tanpa asap,” ajak Bupati.

Selain mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan atau hutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI bekerjasama dengan Polres Muara Enim, TNI serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Serepat Serasan, menyiagakan 1.757 personil untuk menekan timbulnya Karhutla.

Hal itu terungkap, saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menggelar apel gelar pasukan dan sosialisasi bencana Karhutla, yang dilaksanakan pada Kamis (18/5) lalu, di lapangan Gelora Nopember komplek Pertamina Pendopo, yang diikuti 1.757 personil terdiri dari, instansi terkait, Polri,TNI dan perusahaan serta unsur masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani peduli api.

Ketua pelaksana, Junaidi Anuar SE MSi, yang juga kepala BPBD Kabupaten PALI menjelaskan tujuan utama dari apel pasukan tersebut adalah untuk meningkatkan kesiapan personil dan alat pemadam dalam mengadapi musim kemarau tahun ini, dan meningkatkan peran dan fungsi masing-masing stakeholder dalam pencegahan dan pengendalian karhutla.

“tujuannya jelas, mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan secara dini dan bersama-sama pemerintah, Polri, TNI, dan masyarakat serta kelompok tani peduli api.  Agar tercipta PALI Zero Hotspot, Stop membakar hutan dan lahan,karena asap penyebab timbulnya bencana.” jelas Junaidi saat gelar kesiapan pasukan.

Junaidi meminta bantuan masyarakat untuk menjalankan maklumat bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Kapolda Sumsel, dan Pangdam II Sriwijaya, yang didasari Surat keputusan Gubernur Sumsel Nomor 360 / 0277 / BPBD-SS / 2017 tertanggal 2 Febuari tentang pembentukan desa peduli api dan posko di desa rawan bencana Karhutla.

“Selain kita siapkan personil, kita juga siapkan peratan pemadam roda 4 ada 20 unit, roda 2 ada 19 unit, apar 18 unit, pompa air 57 unit, dan alat lain-lainnya 17 unit. Sedangkan untuk alat pendukungnya roda 4 ada 17 unit, roda 2 ada 39 unit, alat berat ada 7 unit, dan alat lainnya ada 128 unit. Selain mempersiapkan peralatan, kita juga mendirikan posko-posko disetiap desa yang rawan bencana, serta kita pantau titik hotspot sekecil apapun.” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP yang memimpin apel gelar pasukan dan sosialisasi Karhutla, mewakili Bupati PALI, meminta pada seluruh stikeholder yang ada siap menanggapi dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya masing-masing demi menjaga zero hotspot di Bumi Serepat Serasan.

“Kebakaran hutan dan lahan, merupakan bencana bagi kita semua. Kekompakan, ketangguhan, ketangkasan, serta kesigapan yang kita utamakan. Posko kita dirikan, kita jaga bersama, jangan sampai ada hotspot di kabupaten PALI ini.” tuturnya.

Pada apel gabungan itu, salah satu perusahan perkebunan sawit yang terdapat diwilayah kabupaten PALI melakukan simulasi pemadaman api yang aman dengan cara menggunakan mesin pompa air maupun alat manual untuk memutus jalur penyebaran api. (yudhi)

Artikel Terkait