PALI –— Desa Lubuk Tampui dan Desa Kota Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendapat bantuan modal secara cuma-cuma dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI.

Bantuan tersebut diberikan berdasarkan usulan dari masing-masing desa ketika penyusunan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Dikatakan langsung kepala Disnakertrans Kabupaten PALI Sahadi Sulkopli, MBA kepada sejumlah awak media usai acara Pembekalan kewirasusahaan penciptaan wirausaha baru melalui tenaga kerja mandiri, Selasa (2/8) yang digelar di Gedung Serba Guna Pendopo Kecamatan Talang Ubi.

“Terpilihanya dua desa tersebut karena sesuai dengan kriteria berdasarkan usulan sewaktu Musrenbang. Ini program langsung dari Kemenaker Republik Indonesia bidang perluasan kesempatan kerja,” ujar Sahadi.

Dari kegiatan ini juga, Sahadi menginginkan agar tercipta tenaga kerja mandiri melalui pembinaan wirausaha baru itu. “Ini nanti akan dijadikan wirausaha baru dan sekaligus percontohan. Jadi dari dua desa ini diharapkan menjadi embrio untuk bisa terstimulan menjadi wirausaha ke desa-desa yang lain. Sehingga diharapkan menjadi lebih berkembang ke depannya,” tandasnya.

Masih kata Sahadi, masyarakat desa tersebut telah mengusulkan beberapa usaha untuk dikembangkan di desanya, seperti perikanan, foto copy dan ATK, dan steam motor. “Bantuan ini tidak berupa uang, melainkan bantuan berupa sarana dan prasarana usaha, seperti bantuan waring, compressor untuk steam motor, dan beberapa yang lainnya,” tutupnya.

Sementara itu, Asisten 1 Pemkab PALI A. Gani Akhmad berpesan kepada calon wirausaha dari dua desa tersebut untuk bersyukur karena mendapat kesempatan mendapat bantun modal dari pemerintah pusat. “Ini kesempatan yang langka, karena dari 72 desa yang ada di kabupaten PALI, hanya desa Lubuk Tampui dan Desa Kota Baru yang mendapat bantuan. Maka dari itu, pergunakanlah sebaik-baiknya kesempatan ini, pilihlah usaha yang tepat di desa masing-masing,” kata A. Gani.

Lebih lanjut A. Gani berharap agar bisa dicontoh oleh desa yang lain yang ada di Bumi Serepat Serasan. “Ini menjadi pilot project di sektor wirausaha. Karena ketika dua desa ini berhasil akan bisa merangsang desa lainnya untuk menggerakkan jiwa usaha di desa-desa,” tutupnya. (yudhi)

RelatedPost