Drama tersaji di leg kedua babak 8 besar Piala Presiden 2015 saat Sriwijaya FC menjamu Bonek FC, Minggu (27/9) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Sempat unggul melalui gol cepat Ilham Udin di awal babak pertama, Bonek FC akhirnya dinyatakan kalah 3-0 setelah tidak mau melanjutkan pertandingan di menit 14.

Jendry Pitoy dkk menolak meneruskan pertandingan karena menganggap kepemimpinan wasit Jerry Elly di lapangan merusak sportifitas dengan memberikan penalt kontroversial bagi tuan rumah di menit 14. Hadiah penalti bagi laskar wong kito diberikan wasit asal Bogor ini karena menganggap bek Bonek FC melalukan handsball di kotak 12 meter.

“Sesuai aturan, kita akan menunggu tim yang menolak bertanding selama 5 menit. Tadi kita sudah menunggu dan waktunya pun kita beri toleransi hingga 12 menit, namun mereka tetap menolak bermain lagi karena meminta ada pergantian wasit,” ujar pengawas pertandingan Abdullah asal Pekanbaru saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pihaknya sudah berdiskusi dengan keempat wasit yang bertugas dan tidak ada alasan bagi pihak panpel untuk melakukan pergantian pengadil di lapangan hijau. “Sesuai aturan tim yang walk out, maka diberikan sanksi skor 0-3 dan gol yang dicetak Bonek FC pun tidak berlaku lagi,” tambahnya.

Dengan hasil ini, SFC pun memastikan lolos ke babak semifinal dengan kemenangan agregat 3-1. “Kami tidak mau berkomentar banyak karena tugas kami hanya bertanding di lapangan dan mengikuti aturan yang berlaku. Soal sikap lawan yang memilih WO itu bukan wilayah kami, sekarang fokus kami adalah kembali menyiapkan tim di babak semifinal,” ujar asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan usai pertandingan.

Hal serupa juga dikatakan kapten tim SFC, Titus Bonai yang menganggap wasit sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. “Kami juga ingin menang dengan cara bukan seperti ini, namun jika tim lawan tidak mau melanjutkan pertandingan, maka tentu kita harus berpegang ke aturan main yang berlaku,” ujarnya singkat.