PALEMBANG¬†— Bakal calon bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex, Sabtu Usai mengikuti rangkaian tes kesehatan dan narkoba, Sabtu (24/9) mengaku kaget dengan prosuderal tes yang cukup ketat.

“Saya menyadari tes kali ini sangat penting dan cukup ketat. Saya kaget, biasanya kalau tes urine kita sendiri yang diberi kontainer urine dan kita sendiri yang ke kamar kecil setelah itu hasilnya kita berikan petugas.Tetapi ini tiga petugas mengikuti saya ke kamar kecil, jadi agak gerogi pas pipis tadi, ada ketua KPU, petugas BNN dan pihak rumah sakit,” ujar Dodi.
Menurutnya, tes kesehatan dalam pesta demokrasi kali ini sangat berbeda dengan tes sebelumnya. Apalagi KPU menggandeng pihak rumah sakit Moehammad Hoesin dan BNN untuk mengambil sample urine dan rambut
“Ini yang saya katakan terobosan, sangat bagus sekali, jadi tidak ada cela bagi calon kepala daerah untuk mengelabui masyarakat dalam hal ini yang berkaitam dengan narkoba dan zat adiktif lainnya dan ini tentunya sangat positif, bukan hanya tes kesehatanbyang dilakukan secara formalitas saja,” kata Dodi.

Selain tes urine dan sample rambut, kedua paslon juga menjali tes kesehatan jiwa, sebanyak 560 pertanyaan dilayangkan kepada calon bupati dan wakil bupati. “tes ini luar biasa berat karena pertanyaannya begitu rinci dan jelas hingga 560 pertanyaan yang berkaitan dengan tes jiwa, secara psikis kita dinilai apakah calon mempunyai kesehatan jiwa yang benar-benar baik dan layak untuk memimpin suatu daerah,” jelasnya.

Diakui Dodi, dirinya baru pertama kali mengikuti tes seperti ini untuk pilkada “Baru kali ini saya di tes seperti ini, jadi saya pikir ini sangat luar biasa ketat dan saya sangat apresiasi,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost