PALI — Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan kualitas batik khas PALI,Disperindag Bersama PKK PALI Gelar Pelatihan Tingkatkan Kualitas Batik  tingkatkan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan kualitas batik khas daerah PALI.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten PALI menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten PALI mengadakan pembinaan kemampuan teknologi industri batik yang dipusatkan di Gozco Academy (GAC) PT. Suryabumi Agrolanggeng Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 orang perwakilan dari 6 kelurahan di Kecamatan Talang Ubi serta desa Suka Damai.

Ketua pelaksana kegiatan, Lihan Umar mengatakan, semua peserta pembinaan tersebut akan dikarantina selama 10 hari dibawah bimbingan 4 orang narasumber dari TP-PKK Kabupaten Cirebon. “Seluruh peserta kami inapkan agar lebih konsen dan fokus dalam menjalani pembinaan,” Katanya saat menyampaikan laporan pada pembukaan kegiatan, Senin (28/11)

Pelatihan ini, lanjut Lihan bersifat berkesinambungan, karena setelah diberi pelatihan cara pembuatan, para peserta akan kembali dibina bagaimana memasarkan produk yang telah dihasilkan. “Kali ini pelatihan hanya dalam kecamatan Talang Ubi, kedepan kami akan berusaha agar pelatihan ini dapat diselenggarakan di semua kecamatan di PALI,” harapnya.

KepalaDivisi SDM dan Umum PTSA, Kunadi berharap agar ilmu yang didapatkan para peserta dapat bermanfaat di kemudian hari. “Selamat datang dan selamat berjuang dalam mengisi pembangunan di Kabupaten PALI,” ungkapnya singkat.

AssitenII Setda PALI, Drs Gogor Wirabumi dalam sambutannya mewakili Bupati PALI mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan PALI kota batik. “Dalam mewujudkan PALI Serasi Nia, salah satu sektor yang harus dikembangkan adalah perindustrian dan perdagangan, karena arahnya adalah kepada kesejahteraan masyarakat dan ekonomi kerakyatan,” paparnya.

Gogor juga mengatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut merupakan langkah awal, untuk itu dirinya menghimbau agar dinas terkait dapat mengawasi para peserta setelah dilakukan pelatihan. “Setelah pelatihan ini, para peserta harus diawasi, dibimbing dan dibina mulai dari pencarian modal hingga ke cara pemasaran,” tegas Gogor.

Hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut, selain Assisten II diantaranya Kadisperindag PALI; Drs Kusmayadi, Camat Talang Ubi; Habibi Cik Ading SHut MM, para lurah, manajemen PT. SA serta peserta pelatihan. (Yudi)

RelatedPost