PALEMBANG — Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan dana bergulir, Kementerian Koperasi dan UKM membentuk Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

LPDB-KUMKM bertugas melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk pembiayaan KUMKM antara lain berupa pinjaman dan bentuk pembiayaan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan KUMKM, dimana ketentuan mengenai kriteria KUMKM di tetapkan oleh LPDB-KUMKM.

Dengan dibentuknya LPDB-KUMKM diharapkan pengelolaan dana bergulir dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan dan menghasilkan manfaat berkelanjutan atas penyaluran dana bergulir kepada Koperasi dan UMKM.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial mengatakan untuk provinsi Sumatera Selatan penyerapan dana bergulir dari LPDB-KUMKM masih terbilang kecil. Padahal pertumbuhan ekonomi di Sumsel sangat positif, apalagi 2018 nanti akan menjadi peluang besar bagi UKM karena Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Saya orang Palembang menjadi direktur utama LPDB dan ditantang gubernur Sumsel apa yang bisa saya lakukan, nah sekarang saya tantang bisa nggak Kepala Dinas mengerahkan UKM dan Koperasi menyerap dana LPDB itu sebasar Rp 500 miliar tahun ini, pasti akan dikucurkan dananya asal terpenuhi,” tantangnya.

Dikatakan Kemas, LPDB-KUMKM tidak hanya menjual janji, tahun ini disiapkan dana sebesar Rp 1,5 triliun, karena 57 persen dari seluruh penduduk Indonesia menjadi pelaku UKM.

“Inilah yang menjadi pahlawan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, jadi pelaku UKM di Sumsel itu harus disupport dengan baik dan pemerintah sangat menggalakkan betul perkembangan UKM,” ucapnya disela kegiatan Bimbingan teknis walk in assessment LPDB-KUMKM di hotel Horison, Kamis (18/05).

Sementara, Ahmad Rizali, Kepala Dinas Koperasi dan UKM provinsi Sumsel optimis Sumsel bisa memenuhi tantangan dari LPDB-KUMKM karena UKM di Sumsel cukup banyak.

“Di Sumsel sudah ada dana bergulir yang sejauh ini sudah terealisasi sebesar Rp 211 milyar,” singkatnya. (Juniara)

Artikel Terkait