Pemain Sriwijaya FC, Patrick Wanggai mengaku bisa menerima keputusan manajemen terhadap dirinya pasca penghentian kompetisi QNB League 2015 dengan alasan force majeur. Pemain yang musim lalu merumput di Liga Malaysia ini bersama Syakir Sulaiman dan Yogi Triana sendiri memang berstatus dirumahkan oleh manajemen sehingga dibebaskan dari kewajiban mengikuti latihan seperti pemain lainnya.

“Kalau saya selalu berpikir positif, pasti ada hikmah terbaik di balik semua keputusan ini. Dan saya pribadi pun sangat mengerti posisi manajemen, sejauh ini tidak ada masalah dan saya senang bisa bergabung dengan SFC di musim ini,” ungkapnya saat ditemui di rumah kontraknya di Palembang, Minggu (24/5) pagi.

Menurutnya, kondisi sepakbola nasional yang tengah bergejolak saat ini memang berdampak dalam segala aspek, baik yang melibatkan klub, pemain atau masyarakat lainnya. “Namun dalam hati saya masih sangat percaya, bahwa Indonesia akan mampu melewati semua masalah ini. Sebelum akhir tahun, kompetisi akan berjalan kembali dan semuanya balik normal,” tegasnya.

Terkait statusnya yang dirumahkan, Patrick mengaku dapat memahami keputusan manajemen yang kini hanya memberikan gaji kepada dirinya sebesar 10 persen setiap bulannya. “Saya tetap harus bersyukur, karena sejak bergabung di SFC sudah mendapat hak seperti DP sebesar 25 persen serta gaji yang tidak pernah telat sebelum penghentian kompetisi kemarin. Jika melihat kondisi beberapa klub lain, apa yang saya terima harus disyukuri,” tambahnya.

Sembari menunggu kelanjutan kompetisi berikutnya, bersama istri dan anaknya, Patrick mengaku akan kembali dulu ke kampung halamannya di Nabire Papua. “Seperti yang saya bilang di awal, pasti ada hikmahnya. Selama ini sejak bergabung dengan SFC, saya belum pernah menengok keluarga di Papua, jadi mungkin ini kesempatan untuk berkumpul dengan mereka terlebih dulu. Selama ini jika ada kesempatan libur, saya hanya pulang ke keluarga istri yang di Jakarta atau Bangka seperti libur terakhir kemarin. Sejak anak saya lahir pun belum pernah diajak kesana,” jelasnya.

Meski berstatus dirumahkan dan dibebaskan dari kewajiban latihan, pemain yang meroket namanya saat bergabung di skuad SEA Games 2011 ini tetap memanfaatkan waktu untuk menjaga kondisi dengan pemain laskar wong kito lainnya. Seperti yang terlihat di sesi latihan Sabtu (23/5) sore, Patrick terlihat masih ikut berlatih serius bersama Titus Bonai dkk di stadion GSJ dan baru pulang ke Papua pada Minggu (24/5) siang.