PALEMBANG — Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti mengingatkan pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dalam memposting atau membuat, menyebar konten negatif dan upaya melakukan kasus penipuan.

Niken menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang ITE pengguna medsos bisa dituntut 4 tahun penjara atau denda Rp 750 juta jika melakukan hal tersebut.

Apalagi, saat ini berita Hoax yang disebar melalui medsos marak bertebaran dan meningkatnya kasus penipuan. Seperti oknum yang meminta transfer uang hingga memungkinkan para pelaku kejahatan untuk mendapatkan akses berpura-pura menjadi teman kita di Facebook ataupun aplikasi medsos lainnya.

Ia juga mengakui untuk dapat menangkal berita Hoax tersebut tentunya bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan seluruh masyarakat ikut membantu pemerintah agar bersama-sama dalam menangkal, dan memerangi berita-berita hoax yang isinya ujaran kebencian, provokasi, SARA, radikalisme serta pornografi.

“Diperlukan gerakan bersama antara media dan pemerintah serta seluruh stakeholder dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi untuk meningkatkan nilai-nilai wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa dan bernegara demi memperteguh Bhineka Tunggal Ika,” tegas Niken, Senin (03/04).

Oleh karena itu, Ia mengajak para pengguna Medsos agar dapat menyampaikan informasi atau berita yang positif yang membawa optimisme, yang mencerahkan masyarakat, yang mendidik.

“Kalau semua orang generasi muda itu memproduksi informasi positif, maka lama kelamaan informasi negatif itu akan turun, tenggelam dengan sendirinya. Yang aktif saat ini kan negatif. Mari  yang positif untuk lebih aktif dibanding informasi yang negatif,”tambah dia.

Niken juga mengimbau bagi para pengguna medsos untuk mengklarifikasi berita-berita yang belum tentu kebenaranya tersebut atau pun berita tersebut betul-betul hoax dapat melaporkan  mengirimkan pengaduan di alamat websitenya Komimfo aduankonten@mail.kominfo.co.id

“Kami dari Kominfo ada aduan konten, dimana masyarakat itu  bisa mengirimkan informasi negatif itu ke konten tersebut agar dapat mencari klarifikasi, apakah informasi tersebut betul atau tidak. Kemudian apakah informasi tersebut bermanfaat atau tidak bagi kita. Kalau informasi itu tidak bermanfaat bagi kita, isinya hanya untuk menjatuhkan orang lain, ingin menyebarkan berita kebencian stop. Jangan disebarkan. Jadi kita harus menyaring dan tersebut ke sebelum dishare, itu penting sekali, ” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait