PALEMBANG — Bersamaan dengan tibanya bulan Ramadhan, anak jalanan (anjal) mulai marak pada beberapa lokasi di Palembang. Kehadiran anjal seperti menjadi rutinitas setiap tahunnya pada saat bulan Ramadhan sampai hari raya Idul Fitri.
Maraknya anjal tersebut menjadi perhatian Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Dinsos Sumsel). Apriyadi Kepala Dinsos Sumsel langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang dan pemerintah kabupaten.
“Dinas Sosial telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kota dan pemerintah kabupaten untuk melakukan penertiban agar anjal tidak mengganggu kenyamanan dan kepentingan masyarakat. Kami sudah beberapa kali berkoordinasi, tetapi kalau untuk dihilangkan agak sulit,” katanya, Jumat (10/6).
Apriyadi mengimbau Pemerintah Kota Palembang secara rutin terus melakukan pengawasan dan razia di tempat yang dianggap menjadi titik kumpulnya anak jalanan untuk meminta-minta memanfaatkan Ramadhan.
“Biasanya titik kumpul anak-anak jalanan itu ada di tempat seperti lampu merah, masjid serta masuk ke pemukiman dan perkantoran, Tempat-temoat tersebut harus diawasi dan  tertibkan,” pesannya.
Kepada masyarakat Apriyadi juga mengimbau jika ingin bersedekah atau menyalurkan zakat, disalurkan melalui tempat yang telah ditunjuk untuk menerima zakat atau sedekah. “Agar zakat dan sedekah tersebut tidak disalahgunakan dan bias dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Kepala Dinsos Sumsel juga meminta pimpinan panti asuhan ikut berperan mengawasi anak-anak asuhnya, tidak melepas anak-anaknya keluar untuk meminta sumbangan. “Perbuatan itu dilarang dan tidak diperbolehkan oleh pemerintah.” (juniara)

RelatedPost