PALI — Menekan penyebaran penyakit kaki gajah atau filariasis dan Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI launching laskar Gerakan Lawan Jentik (Gelatik), Selasa (23/8) yang dilaksanakan di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo.

Sebanyak 240 Laskar Gelatik dikukuhkan oleh Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony disaksikan Kepala Dinkes dr Eni Zetila dan sejumlah kepala SKPD dilingkup Pemkab PALI.

Dihadapan Wabup dan hadirin, dr Eni Zetila kepala Dinkes kabupaten PALI menjelaskan bahwa laskar Gelatik adalah inovasi Juru pemantau jentik (Jumantik) dari Kabupaten PALI.

“Ini adalah inovasi dari Kabupaten PALI dimana kita melibatkan pelajar di tingkat SMA, sebagai upaya menekan penyebaran penyakit filariasis dan DBD. Kerena kedua penyakit tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk, dan setiap orang anggota laskar Gelatik bertugas memantau 20 rumah yang ada diwilayah kecamatan Talang Ubi,” papar dr Eni.

Ia juga menjelaskan bahwa kasus kaki gajah di kabupaten PALI saat ada 7 penderita, 4 diantaranya berada di kecamatan Talang Ubi. Diakuinya bahwa walaupun launching laskar Gelatik baru hari ini dilakukan, namun relawan ini sudah mulai bekerja sejak Februari lalu.

“Dengan adanya laskar Gelatik, dari bulan Mei sampai sekarang kasus DBD nol di kecamatan Talang Ubi, karena laskar Gelatik sudah bergerak mulai Februari. Dan kita targetkan tahun 2017 PALI bebas filariasis,” tandasnya. (yudhi)

Artikel Terkait