PALEMBANG — Upaya pemerintah provinsi Sumsel untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di provinsi Sumsel diwujudkan dalam sebuah buku yang berjudul “Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumatera Selatan 2017-2021”.

Diluncurkannya buku ini sebagai bahan acuan bagi semua pihak dalam melestarikan ekosistem dan keberagaman hayati. Apalagi, Sumsel memiliki wilayah strategis seperti, taman nasional, suaka margasatwa serta hutan lindung dan memiliki ekosistem hutan yang merupakan habitat beberapa spesies terancam punah seperti Gajah dan Harimau Sumatera.

Kepala Dinas Kehutanan provinsi Sumsel, Ir. Sigit Wibowo mengungkapkan bahwa buku ini sangat membantu penyelamatan balam karena didalamnya berisi mengenai susunan rencana program penyelamatan alam, rencana aksi, tata waktu, indikator penghasilan hingga penanggung jawab.

“Buku ini bisa menjadi acuan dalam melestarikan ekosistem oleh berbagai instansi karena Indonesia memiliki keberagaman hayati yang luar biasa banyak, seperti ekosistem, hutan daratan, lautan,” kata sigit usai melaunching buku “Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumatera Selatan 2017-2021” di hotel Arista Palembang, Jumat (05/05).

4e93a07c-503f-4737-a527-d1e686a92186

Buku tersebut merupakan dokumen turunan dari Indosian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) tahun 2015-2020 di tingkat nasional yang merupakan acuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Sementara, Ketua tim penyusun buku “Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumatera Selatan 2017-2021”, Syafrul Yunardy mengatakan peluncuran buku ini bertujuan untuk menjadikan provinsi Sumsel agar lebih baik lagi dari sisi lingkungan hidup.

Ia mengatakan, kedepannya buku ini akan diterjemahkan dalam bahasa inggris dan ringkasannya akan dipublikasikan dalam kegiatan Bonn Challenge 9-10 Mei 2017.

“Buku ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk menyusun rencana pelestarian lingkungan hidup. Apalagi kita menjadi tuan rumah Bonn Challenge, ini menjadi momentum yang tepat untuk mempublikasikan rencana aksi kita,” ungkap Syafrul. (juniara)

Artikel Terkait