PALEMBANG — Meski hanya untuk recovery, namun pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan menyebut pihaknya sangat serius mempersiapkan diri menghadapi laga pamungkas kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 melawan Persipura Jayapura, Minggu (12/11) mendatang. Para pemain yang sebelumnya tidak turun di laga terakhir sewaktu menjamu Persegres (5/11) kemarin pun dipanaskan mesinnya dengan menggelar latih tanding melawan tim Porprov Palembang, Selasa (7/11) sore di stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang.

Apalagi kontra Persipura nanti, pihaknya menyebut akan kembali melakukan rotasi dan memberikan kesempatan bermain bagi pemain yang menit bermainnya minim selama ini. “Sama seperti Persegres kemarin, kami ingin memberikan kesempatan untuk pemain yang sudah lama absen. Kami ingin mereka juga tetap mendapatkan atmosfer pertandingan, laga sore ini juga saya tidak melihat skornya namun bagaimana taktik dan strategi yang kami siapkan nanti dapat cepat dipahami,” jelasnya.

Sementara itu, laga yang berakhir 4-0 untuk kemenangan laskar wong kito ini diakui pelatih Porprov Palembang, Beny Tri Handoko sangat bermanfaat bagi pihaknya. Apalagi diakuinya persaingan dari cabor sepakbola di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2017 semakin panas. Sebelumnya, dari delapan kali uji coba sudah dilakoni dengan hasil lima kali kemenangan dua kali seri dan satu kali kekalahan.

“Kita cuma kalah sekali, itu pun lawan SFC dengan skor 0-4, itu bisa diterima karena lawan memang beda kelas,” ucap Pelatih Tim Poprov Palembang Benny Tri Handoko, Selasa (7/11).

 Melihat sepak terjang dari tim besutannya selama satu bulan lebih ini, dia cukup percaya diri bisa menjuarai Porprov yang bakal bergulir pertengahan bulan ini.

Saat ini, jajaran pelatih tinggal menempah mental pemain saja. Untuk skill pemain dan taktik dinilai sudah cukup baik. Tapi, mental pemain masih perlu terus di tempah.

“Pemain yang turun di Porprov nanti rata-rata masih berusia 21 tahun, kualitas sama saja, tapi mental bisa berbeda,” ucapnya.

Senada Manajer Tim Porprov Palembang Hermansyah juga menyebut skuad yang ada telah siap tempur. Tim Lahat dianggap bakal menjadi kompetitor terberat, karena melakukan persiapan yang jauh lebih matang. Tim ini telah melakukan latihan keras selama satu tahun terakhir. “Tapi kita juga sudah siap, pelatih tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Dia juga ikut menyoroti salah satu tim peserta yang terindikasi memakai amunisi di luar Sumsel. Meski enggan menyebut tim yang ia maksud, dia berharap pengurus kabupaten/kota yang bersangkutan mengurungkan niatnya itu. “Porprov tujuannya pembinaan bagi atlet Sumsel, jadi itu harus dijunjung tinggi. Ini bukan soal medali atau prestasi saja,” ucapnya.

Meski tahu akan ‘kecurangan’ itu, Herman mengaku tidak akan melakukan protes. Dia akan fokus pada tim. Jajaran manajemen dan pelatih yakin, skuad yang ada bisa mengimbangi permainan tim lain, termasuk pemain yang mungkin datang dari luar Sumsel sekalipun. (dedi)

Artikel Terkait