PALEMBANG — Hingga saat ini upaya pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan, hasilnya mulai terlihat ada perubahan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu.

Dalam rapat koordinasi percepatan Penanggulangan Karhutla pada Lahan Mineral di Wilayah Sumsel, Selasa (20/9) Staff khusus Gubernur bidang penanggulangan bencana alam, Yulizar Dinoto mengatakan titik api atau sering disebut hotspot di provinsi Sumsel hingga bulan September masih zero hotspot.

Meskipun memang masih muncul hotspot di lahan mineral, menurut Yulizar hotspot sudah banyak berkurang secara general. “Untuk hotspot lahan gambut bisa dikatakan hampir zero hotspot, tetapi sekarang muncul hotspot di lahan mineral, terpantau sekarang ada 329 hotspot,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan ntuk mengurangi hotspot saat ini sudah mempunyai titik terang, apalagi untuk daerah yang paling besar potensi hotspot yang terpantau di lahan mineral adalah kabupaten Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), juga Pali di susul daerah Prabumulih.

Ditambahkannya, penurunan hotspot dibandingkan tahun sebelumnya, hampir 90 persen. “Kalau dibandingkan Pada hari yang sama bulan yang sama tahun 2015  berjumlah 2226 hotspot, sedangkan saat ini hanya 392 hotspot artinya hotspot sangat jauh berkurang” ungkapnya.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh pemerintah yaitu selalu memantau kabut asap meskipun hotspot tidak terdeteksi.(juniara)

Related Post