Laskarwongkito.com — Layaknya di kota lain, Palembang memiliki kawasan yang dikatakan sebagai pemukiman tua masyarakat asli Palembang. Dan, salah satu kawasan tersebut dinamakan Kampung Sekanak, yang berlokasi di Kelurahan 7 Ilir IT I Palembang.

 Siapa sangka, kawasan yang sekarang terkenal dengan pasarnya itu dulunya adalah kediaman bangsawan dari Palembang.

(sumber foto: vwordpress.com)

 Kampung Sekanak memiliki nilai sejarah dalam peradaban masyarakat Palembang. Di zaman Palembang masih bernamakan Kesultanan Palembang Darussalam, Kampung Sekanak menjadi tempat bermukimnya bangsawan-bangsawan yang tidak lain adalah sahabat dan rekanan dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

 Mereka menetap di kawasan itu dengan tinggal di rumah limas yang indah dan mewah. Rumah-rumah limas tersebut sampai sekarang masih bisa kita lihat di kawasan ini.

 Keberadaan bangsawan-bangsawan ini, membuat kawasan Sekanak dulunya ramai dikunjungi orang. Beragam kegiatan dilakukan di sana, mulai dari sekedar pertemuan biasa hingga membahas soal perdagangan. Tak ayal, Kampung Sekanak menjadi kawasan yang sering dijadikan sebagai tempat bertransaksi ekonomi.

 Kawasan ini bisa menjadi pusat transaksi ekonomi, dikarenakan Kampung Sekanak berlokasi di tempat yang strategis. Ini dikarenakan adanya anak Sungai Musi yang mengalir di kawasan tersebut dan dinamakan dengan Sungai Sekanak. Sungai Sekanak ini sering dilalui oleh pedagang dari Asia yang selanjutnya berdagang di kawasan tersebut. Jadi, sejak dari dulu sampai sekarang, kawasan ini memang selalu disibukkan dengan aktifitas perdagangan hingga akhirnya terdapat pasar yang dinamakan Pasar Sekanak.

(sumber foto: pinimg.com)

 Berakhirnya zaman Kesultanan Palembang Darussalam tidak serta merta masyarakat asli Palembang yang bermukim di daerah ini seluruhnya pindah ke kawasan lain. Hingga saat ini, masih terdapat keturunan masyarakat asli Palembang yang menetap di kawasan tersebut. Tak ayal, Kampung Sekanak menjadi pemukiman tua masyarakat asli Palembang yang bertahan sampai sekarang.

 Untuk itu kawasan ini bisa dijadikan sebagai cagar budaya dikarenakan menyimpan sejarah tersendiri dalam peradaban kota Palembang. Mungkin, Kampung Sekanak bisa dijadikan sebagai objek cagar budaya berkategorikan tempat pemukiman tertua di Palembang. Dan, sejumlah provinsi sudah ada yang menjadikan pemukiman tertua sebagai cagar budaya.

 Di Jakarta, misalnya, ada kawasan yang disebut dengan kota tua tempat bermukimnya orang asli sana. Kampung Sekanak bisa dikategorikan seperti itu mengingat dulunya lokasi ini disebut juga dengan kota.

 Apalagi sejumlah benda-benda bernilai budaya maih terdapat di kawasan ini. Salah satunya adalah beberapa unit rumah limas yang masih bertahan sampai sekarang.

(sumber foto: wordpress.com)

 Keberadaan benda-benda bernilai budaya ini harus dipelihara oleh pemerintah supaya bisa terus ada. Pasalnya, peraatan rumah limas butuh banyak biaya sehingga sangat sulit jika hanya dilakukan oleh masyarakat saja. Sebab itu, pihak pemerintah wajib ikut turun tangan melestarikan.

 Pemerintah kota saat ini telah menyiapkan rencana strategis untuk revitalisasi kawasan tepian Sungai Musi khususnya di Pasar 16 Ilir, Plaza sampai ke Pasar Sekanak. Konsep pasar tersebut akan menjadi semi modern atau kombinasi pasar modern dan tradisonal. Dengan penataan yang menarik dan fasilitas pendukung memadai menjadi obyek wisata andalan tepian Sungai Musi. (red/dil)

Artikel Terkait