PALEMBANG — Pembangunan Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Sumsel di Kilometer (Km) 6 Palembang progresnya sudah mencapai 80-90 persen. Selain itu, sebagaian besar fasilitas dan peralatan sudah didatangkan sehingga segera mungkin dapat dilakukan peresmian.

Hal ini diungkapkan kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumsel Amruzi Minha usai menggelar rapat bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Asosiasi Rumah Sakit Hewan Indonesia dihadiri Gubernur Alex Noerdin di Griya Agung Palembang, Jum’at (7/10).

Menurutn Amruzi Minha, RSH Sumsel lengkap dengan fasilitas ini salah satunya ditujukan untuk mempercepat pengembangan ternak khususnya sapi di Sumsel sehingga mensejahterakan para peternak. Kemudian ditujukan juga untuk pelayanan kesehatan bagi hewan peliharaan.

“Peralatannya sebagain besar sudah datang dan diupayakan Desember mendatang bisa dilakukan peresmian oleh Gubernur,” ungkapnya.

Terkait pengelolaan RSH, Amruzi Minha menjelaskan, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama PDHI tentang apa saja yang diperlukan agar bisa segera dilengkapi dan yang pasti RSH ini harus dikelola orang yang memang berkompeten.

“Seperti instruksi Gubernur yang penting bisa berjalan dan dikelola oleh orang yg berkompeten, bila perlu dibuka lingkup kecil dulu, baru kemudian berkembang dan berkembang,” terangnya.

Sementara, Ketua PB Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Drh.R.D. Wiwiek Bagja mengatakan, seiring dengan keberadaan sebuah rumah sakit hewan di Provinsi Sumsel, masyarakat harus tau dan bisa melihat manfaat apa yang bisa di ambil dengan keberadaan RSH ini.

Menurutnya, pembangunan RSH Provinsi dan pelayanan yang diberikan merupakan langkah maju karena diseluruh dunia saat ini masyarakat harus menghadapi keberadaan hewan hidup diantara manusia.

Dijelaskannya, hewan peliharaan dapat dinyatakan sehat jika di dalam tubuhnya tidak tertular penyakit dan tidak membawa penyakit yang bisa ditularkan kepada manusia maupun hewan lainnya. Untuk itu, semua ini karus dilakukan pemeriksaan, test dan pengujian.

“Jadi keberadaan RSH ini akan menjadi pusat informasi masyarakat untuk mendapatkan penjelasan terkait hewan peliharaan,” pungkasnya. (humas pemprov sumsel)

RelatedPost