PALEMBANG — Proyek pengerjaan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang hingga akhir pekan bulan ini sudah mencapai 40 persen dan ditargetkan selesai awal 2018 mendatang. Untuk masalah desain moncong kereta yang dipermasalahkan oleh Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH beberapa waktu lalu nampaknya sudah selesai.

“Dak katek masalah. Perubahan itu menjadi moncong itu dak katek masalah. Itu dikerjakan PT INKA. Sudah di setujui bentuknya oleh mereka. Nanti kalau sudah mendekati final desainnya nanti akan dilaunching dalam waktu dekat. Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan H Afrian Joni SE MM bersama saya akan datang melihat,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, H Nasrun Umar, Rabu (23/03).

Sebelumnya Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH berharap PT INKA sebagai pemenang tender pembuatan gerbong kereta (trainset) harus benar-benar menampilkan hasil yang terbaik.

Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini menyebutkan desain untuk trainset lebih modern dan tidak perlu ada corak yang berlebihan.

“Tampak depan keretanya jangan datar, tambahkan moncong depan agar kelihatan lebih canggih,” kata Alex Noerdin saat menerima Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI),  Edi Sukmoro terkait pembahasan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Griya Agung, Senin (20/3).

Nasrun mengatakan pada rapat yang baru dilakukannya dengan PT KAI  membahas mengenai e-ticket.

“Yang kita bahas tekhnisnya. Siapa yang menjadi investornya. Ternyata PT KAI sudah membuat usulan kerjasama dengan Pemprov Sumsel untuk menyelesaikan permasalahan ini, apakah nanti PT KAI dengan BUMD atau dengan Investor nanti kita bahas lebih lanjut. Pemprov dalam hal ini barangkali yang teridentifikasi oleh pimpinan daerah, Pak Gubernur dalam hal ini, ya mungkin adalah kaitan dengan E-Money tentu Bank SumselBabel, BUMD kita. Dalam perjalanannya apakah Bank SumselBabel, PDPDE berkolaborasi, seperti apa skimnya,” terang Nasrun yang mantan Sekda Banyuasin.

Pemprov nanti dengan PT KAI bekerjasama dengan kompensasi apa, kata Nasrun, tentu dengan aturan yang sudah diatur. Dalam hal ini oleh pemerintah dan itu yang akan dilakukan untuk sistem E-Ticketing.

“Nah dari nilai investasi nanti mungkin turut mempengaruhi harga tiket. Walaupun tiket itu nanti kita harapkan apakah itu belum diputuskan itu dimasukkan kereta perintis atau pemberian subsidi. Yang jelas prinsip akhir kita adalah dengan dibangunnya LRT ini memberikan kenyamanan para pengguna jasa kita, masyarakat Sumsel, Palembang khususnya dengan harga terjangkau dan nyaman, selamat sampai tujuan,” ujar mantan Kadisperindag Sumsel.

Ketika ditanya soal kisaran harga tiket LRT nanti, Nasrun buruan mengatakan dirinya belum bisa menyebut karena hal tersebut merupakan masih di tangan Bank Sumsel Babel.

“Belum, jangan, saya tidak berani. Hitung-hitungannya Bank SumselBabel,” ujarnya.

Sementara Dirut Bank SumselBabel, M Adil pernah mengatakan sistem pembayaran LRT ini bakal menggunakan sistem e-money yang dikeluarkan oleh pihak BSB yang direncanakan bakal dilaunching pada awal April mendatang.

Menurut Adil, e-money tidak hanya bisa digunakan untuk pembayaran tiket LRT, tapi nantinya bisa untuk membayar TransMusi, parkir dan juga digunakan untuk nonton bola .

“Jadi masuk Jakabaring tidak perlu pakai tiket, pakai E money saja. Begitu pula untuk pembayaran jalan tol,” katanya.

Saat ini pihaknya sudah menerima persetujuan dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lain sebagainya. Selain itu, pihaknya juga telah mencetak sekitar 25 ribu kartu e-money tersebut.
“Kami berharap dengan menggunakan kartu e-money tersebut dapat menghindaro calo, selain itu juga dapat lebih hemat,” pungkasnya. (juniara)

Artikel Terkait