PALEMBANG — Dengan alasan ingin berkonsentrasi membela Sriwijaya FC, Teja Paku Alam akhirnya harus melupakan mimpinya untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penjaga gawang laskar wong kito ini mengaku masih ingin membayar hutangnya untuk membawa SFC meraih prestasi tertinggi di kancah sepakbola nasional.

“Setiap pemuda di Indonesia pasti ingin menjadi seorang prajurit TNI karena itu adalah sebuah kebanggaan dan salah satu perwujudan cinta kepada tanah air. Namun keputusan saya sudah dipikirkan baik-baik dan juga dikomunikasikan dengan banyak pihak, terutama keluarga,” ungkap alumnus SFC U21 ini saat dihubungi Selasa (11/10) siang.

Menurutnya, saat ini dirinya ingin fokus membela SFC yang tengah berjuang di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. “Saya ingin membayar hutang dan kepercayaan manajemen serta pelatih yang sudah memberikan kesempatan kepada saya di musim ini, jadi saya putuskan untuk fokus ke SFC dulu, takutnya nanti jika diambil semua malah tidak baik,” ujarnya.

Teja pun menolak anggapan jika keputusannya dikarenakan masih trauma karena juga pernah gagal masuk seleksi TNI AD tahun lalu. “Tahun 2015 lalu, saya memang sempat mendaftar menjadi prajurit TNI dari jalur secaba umum. Namun sekarang berbeda karena saya mendapat undangan khusus bersama 5 pemain sepakbola PON Sumsel lalu. Keputusan saya pun bukan karena trauma, saya malah sangat bersyukur dan bangga bisa mendapat kesempatan lagi, tetapi semoga apa yang saya pilih ini merupakan yang terbaik kedepannya,” tegasnya.

Diakuinya, keluarga besarnya juga sangat mendukung keputusannya ini. Teja sendiri juga menambahkan bahwa mayoritas keluarga besarnya juga berprofesi sebagai aparat keamanan, baik sebagai prajurit TNI ataupun Polri. Bahkan ayah Teja yakni AKP Yusman ZK saat ini masih tercatat sebagai Kapolsek Batang Kapas Sumbar, sementara adiknya tengah mengikuti pendidikan di IPDN Bandung.

“Keluarga kemarin banyak memberikan masukan, menurut mereka apapun keputusan yang dipilih haruslah fokus dan tidak boleh setengah-setengah. Saat saya mengatakan masih ingin bermain bola, mereka pun tidak mempermasalahkannya karena mereka tahu saya memang sejak kecil sudah mencintai olahraga ini,” bebernya.

Teja sendiri sudah menyampaikan pengunduran dirinya secara tertulis kepada pimpinan Kodam II Sriwijaya. “Tadi siang (Selasa, 11/10-red) saya ke Ajendam dan menandatangi surat pengunduran diri mengikuti seleksi prajurit TNI lewat jalur undangan ini, sekarang fokus saya adalah membawa SFC kembali bersaing di jalur perebutan juara kompetisi TSC 2016,” pungkasnya.

Dilansir dari website resmi rekrutmen TNI AD, Teja Paku Alam bersama 5 rekannya sesama anggota tim sepakbola Sumsel yakni M Andes Adinata, M Yogri Novrian, Ahmad Fatoni, Adi Septiawan dan Jupriyanto mendapat kesempatan mengikuti seleksi tingkat pusat yang akan dilaksanakan di Secapaad Bandung, Rabu (12/10) ini. Selain 6 atlet sepakbola, juga terdapat 6 atlet muda Sumsel lainnya yang juga mendapat undangan serupa yakni taekwondo (2), atletik (2), karate (1) dan renang (1). (dedi)

Related Post