PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin meminta semua institusi terkait tetap mempertahankan kondusifitas Sumsel agar tetap menjadi provinsi  yang zero konflik. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri apel akbar serta Deklarasi Pancasila dan Bela Negara bersama 5.000 Mahasiswa se Sumsel di halaman kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF), (Kamis 28/9).
Selain Gubernur Sumsel Alex Noerdin, hadir juga Menteri Koordinasi Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), JenderalTNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain, serta Pangdam II Sriwijaya. Selain mendengarkan orasi kebangsaan Menko Polhukam, Gubenur Sumsel Alex Noerdin juga ikut menandatangani Prasasti Kesepakatan Melawan Radikalisme  dan Ormas Anti Pancasila dengan mahasiswa se Sumsel.
“Alhamdulillah Sumsel zero konflik. Semoga dengan deklarasi Pancasila dan bela negara ini kita dapat menjaga Sumsel dan juga Indonesia.  Saya sangat berterima  kasih pada masyarakat, mahasiswa TNI dan institusi lain yang sudah menjaga kondisifitas Sumsel selama ini,” jelas Gubernur.
Menurut Alex kondusifitas seperti sangat penting terlebih Sumsel akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event olah raga besar Asian Games 2018. Dengan kenyamanan dan keamanan yang disajikan pada tamu-tamu Negara yang datang bukan hanya berimbas poitif bagi Sumsel namun juga meningkatkan nama baik Indonesia.
“Sebentar lagi kita jadi tuan rumah Asian Games. Kita boleh bangga karena hanya dua kota yang dipilih yakni  Jakarta dan Palembang.  Insya Allah sejauh ini persiapannya sudah matang dan mudah-mudahan kita siap pada waktunya nanti,” tambah Alex.
Sementara itu Menko Polhukam Wiranto dalam orasi kebangsaannya mengatakan kaget dengan perkembangan Palembang yang menjadi bagian dari provinsi Sumsel. Sebelumnya dia mengaku hanya melihat perkembangan Sumsel dari paparan Gubenur Sumsel saat memberikan paparan kepada Presiden beberapa waktu lalu.  “Tadi pas turun dari pesawat saya lihat pembangunannya. Saya Cuma mau bilang Sumsel memang luar biasa. Masyarakat harus bangga mempunyai gubernur seperti ini yang tida berhenti membangun untuk kemajuan Sumsel,” jelasnya.
Terkait Deklarasi Pancasila dan Bela Negara ini, Wiranto mengatakan Indonesia bisa berdiri seperti sekarang adalah hasil perjuangan para founding father. Saat itu para pendiri bangsa ini sudah membentuk ideology yang pas untuk seluruh agama dan masyarakat di mana ideologi itulah yang kita kenal sebagai Pancasila.
“Sejak saat itu Pancasila yang menjadi ideology bangsa ini menjadi garis hidup bangsa Indonesia. Dengan dasar kebersamaan dan persatuan itulah yang membentuk Inonesia menjadi kuat dan utuh seperti sekarang,” jelasnya.

Karena itu sebagai pewaris kemerfekaan kita harus tetap menjadikan Pancasila sebagai pedoman untuk tetap melanjutkan perjuangan mereka. Diakui Wiranti saat mengisi kemerdekaan seperti sekarang ini bukan berarti Indonesia tidak memiliki ancaman. Menurutnya ancaman tetap ada dan harus diwaspadai. Namun saat ini ancaman yang dating bukan lagi berupa ancaman militer dari Negara lain. Karena di era seperti sekarang ini menyerang dan menduduki sebuah Negara lain sangat mahal sehingga beberapa Negara mulai meninggalkan upaya tersebut. Sebaliknya saat ini Negara-negara lain justru disibukkan dengan masalah ekonomi masing-masing.
“Kalau di Indonesia selain memperkuat armada dan pasukan, antisipasi ancaman ideologis juga tetap dilakukan. Karena ancaman ini bukan diserahkan pada militer saja sebab hal ini sudah masuk dalam kehidupan masyarakat,” paparnya.
Untuk itulah Wiranto mengaku sangat mengapresiasi gerakan yang diinisiasi mahasiswa di Sumsel utamnya UIN Raden Fatah.

“Saya gembira dan senang ada gerakan mahsiswa yang mengajak generasi penerus bangsa untuk kembali menyadari ancaman ideologis dengan melakukan bela negara. Karena bela negara ini bukan hanya urusan militer tapi juga semua masyarakat. Karena ancaman ini  bisa merongrong kedaulatan kita,” pungkasnya. (rill)

Artikel Terkait