Kemenangan Sriwijaya FC atas Bonek FC yang didapat setelah tim tamu asal Surabaya melakukan aksi walk out bukanlah pertama kali terjadi dalam sepanjang sejarah laskar wong kito.

Kejadian ini seakan mengulang kembali memori pada Minggu, 29 Juni 2009 lalu saat SFC berlaga di babak final Copa Indonesia bertemu Persipura.
Saat itu, skuad Mutiara Hitam
mogok main di menit 60 babak kedua menyusul kartu merah untuk pemainnya di final Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009. Aksi mogok sendiri berlangsung hampir 30 menit, setelah itu para pemain SFC masih berada di lapangan, namun para pemain Persipura masuk ke ruang ganti mereka.

Hingga menit 60 itu, Sriwijaya sementara unggul. Gol pertama Sriwijaya berhasil diciptakan oleh Obiora menit 51.
Persipura berupaya menyamakan kedudukan. Terjadi handsball pemain belakang Sriwijaya namun wasit tak melihatnya. Malah wasit Purwanto mengeluarkan kartu merah bagi Ernest Jeremiah karena protes di menit 60. Persipura protes dan mogok main, sehingga akhirnya SFC dinyatakan menang dengan skor 3-0 sekaligus mempertahankan gelar juara Copa Indonesia untuk kedua kalinya. Saat itu, SFC masih ditangani oleh pelatih Rahmad Darmawan yang baru memasuki tahun keduanya di Palembang. Nama-nama seperti Ferry Rotinsulu, Keith Kayamba, Charis Yulianto, Carlos Renato, Benben Berlian atau Tony Sucipto merupakan pemain andalan ketika itu.

Sementara itu, kondisi seperti ini juga pernah dialami pelatih SFC, Beny Dollo saat masih menukangi Arema Indonesia di musim 2005. Dalam laga final Copa Indonesia yang dimainkan Sabtu, 19 November tersebut, Bendol berhasil membawa anak asuhnya memenangkan laga melawan Persija Jakarta dengan skor 4-3. Namun laga tersebut juga sempat diwarnai aksi mogok main tim Arema asuhan Bendol karena ketidakpuasan terhadap keputusan wasit. “Saya masih ingat memori tersebut, saat itu tim kami memang protes terhadap wasit dan juga meminta pergantian wasit. Namun akhirnya kami tetap turun ke lapangan dan bermain kembali, hasilnya kami mampu menang dengan skor 4-3 di babak perpanjangan waktu,” kenang Bendol.