PALEMBANG — Penampilan Marco Meraudje saat laga perdana grup 4 turnamen Piala Presiden 2017 saat Sriwijaya FC menantang Bali United, Selasa (7/2) malam di stadion I Wayan Dipta Gianyar menuai pujian. Pemain asal Papua ini sukses memberikan assist manis kepada Alberto Goncalves di menit 86 babak kedua yang berhasil menghindarkan laskar wong kito dari kekalahan.
Namun cerita unik tersaji dibalik kisah debut eks kapten PON Papua ini sebelum pertandingan. “Yang pasti ada rasa tegang, karena bagaimanapun juga ini laga debut saya di sepakbola profesional. Semua tahu bahwa sangat berbeda bila dibandingkan amatir, apalagi saya akan bermain untuk SFC, salah satu tim besar di Indonesia,” ungkapnya saat dihubungi Rabu (8/2) sore.
Sebelum pertandingan, dirinya pun tidak lupa untuk menelpon keluarganya di Jayapura untuk memberi tahu bahwa dirinya masuk dalam line up yang dipersiapkan oleh pelatih. “Orang tua saya hanya berpesan agar jangan gugup dan selalu siap jika nanti diturunkan. Pokoknya jangan sampai mengecewakan kepercayaan dari manajemen dan pelatih,” jelasnya.
Namun saat tiba di stadion dan memulai pemanasan, petaka kecil sempat menghampiri Marco. Sepatu yang baru dibelinya sebelum berangkat di Bali ternyata rusak dan terkelupas di bagian samping. “Saat di Palembang sebelum berangkat saya memang membeli sepatu karena hanya ada 1 pasang, kaget juga kemarin ternyata langsung rusak,” bebernya.
Karena alasan tersebut, Marco pun terpaksa memakai kembali sepatu lama miliknya yang sudah usang. “Untung saya tetap membawa sepatu cadangan saat ke lapangan, dan ternyata justru yang lama membawa hoki,” jelasnya.
Saat masuk menggantikan Gilang Ginarsa di awal babak kedua, Marco juga menyebut sempat gugup untuk beberapa saat. “Hujan sangat deras, lalu tim juga sedang tertinggal. Tentu untuk pemain muda seperti saya sangatlah berat, beberapa menit saya juga gugup, tapi kakak Yu, Hilton dan seluruh pemain memberikan semangat ke saya dan akhirnya bisa menikmati pertandingan,” tambahnya.
Usai pertandingan, nama Marco pun dielu-elukan banyak penggemar SFC di beberapa sosial media. Tetapi Marco memilih tetap fokus dan menganggap perjuangannya masih panjang. “Saya ingin seperti Supardi, idola saya untuk posisi bek kanan yang merupakan legenda SFC juga,” tegasnya. Karena alasan tersebut, Marco juga tidak ragu untuk memakai nomor 22 sama seperti Supardi. “Tapi kalo soal nomor, sebenarnya dari junior U15 dulu sudah pakai 22. Tapi ternyata juga nomornya bang Supardi, semoga saya kedepan bisa juga meneruskan jejaknya di SFC,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait