PALEMBANG — Meski debutnya berujung kekalahan bagi Sriwijaya FC, namun Dikri Yusron mengaku enggan menyerah dan siap berjuang lebih keras kedepannya. Penjaga gawang muda laskar wong kito ini sendiri memang baru memainkan laga perdananya bagi SFC di pekan 31 kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 saat bertemu PS TNI, Rabu (25/10) malam di stadion Pakansari Bogor.

Dikri masuk di menit 38 babak pertama menggantikan Sandi Firmansyah yang terkena cedera di laga yang berakhir 2-1 untuk keunggulan tuan rumah ini. Meski harus 2 kali kebobolan melalui sundulan Bruno Elia dan Wawan Febrianto, namun penampilan Dikri dianggap tidak terlalu buruk dan punya potensi untuk terus berkembang.

“Tidak ada beban, namun memang saat masuk ke lapangan karena baru pertama kali maka sedikit berhati-hati. Pelatih sudah memberikan koreksi dan evaluasi usai laga kemarin, saya sendiri akan terus berlatih keras lagi, jika kembali diberikan kesempatan maka tentu harus siap,” ujarnya saat dihubungi Kamis (26/10) sore.

Menurutnya, walau kebobolan di laga debut, dirinya tidak akan menyerah dan masih akan berjuang untuk merebut 1 tempat di starting eleven kedepannya. “Saya percaya kesempatan itu akan datang, tidak ada masalah baru dimainkan di penghujung kompetisi. Yang pasti bila nanti bermain lagi maka target saya adalah mengamankan gawang agar dapat membantu tim meraih poin penuh,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih kiper SFC Hendro Kartiko mengaku penampilan anak asuhnya tersebut saat melawan PS TNI tidak terlalu jelek. “Saya memilihnya masuk ke dalam line up karena progressnya saat latihan memang meningkat dan potensi cukup baik. Wajar bila di pertandingan pertama ada sedikit nervous,” jelasnya.

Namun legenda timnas Indonesia ini berharap Dikri dapat lebih baik dalam menghadapi tekanan di sebuah pertandingan nantinya. “Meski baru bermain, Dikri sudah punya pengalaman yang sebenarnya cukup. Apalagi dia adalah jebolan SAD yang pasti punya kemampuan teknik yang bagus dan pernah merasakan atmosfer di luar,” tambahnya.

Bersama Teja Paku Alam yang juga merupakan kiper SFC, Dikri memang sempat merasakan berlatih di program SAD Uruguay selama beberapa tahun. Di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, keduanya bersanding dengan Ruly Desrian, Awan Setho (Bhayangkara FC) dan Yoewanto Setya Beni (Persiba) yang juga merupakan jebolan SAD. (dedi)

Artikel Terkait