Penampilan Dian Agus Prasetyo selama turnamen Piala Presiden 2015 dinilai belum stabil. Walau membuat dua kali clean sheet saat laga melawan PSGC Ciamis dan Persela Lamongan, namun kebobolan 3 kali sewaktu bertemu Arema Cronus menjadi catatan penting tim pelatih laskar wong kito.

Saat ditanya apakah ada kaitannya dengan tidak adanya pelatih kiper selama turnamen Piala Presiden 2015, DAP enggan berkomentar terlalu jauh. “Kalau ditanya kerugiannya, pasti ada dan sangat berpengaruh. Namun tentu itu tidak boleh jadi alasan, saya bersama Yogi Triana dan tim pelatih terus berkomunikasi serta mengevaluasi penampilan selama fase grup kemarin,” pungkasnya.

Mengenai persiapan melawan Persebaya, pemain asal Ponorogo ini menjelaskan dirinya bersama rekan-rekannya yang lain sudah menyiapkan antisipasi untuk meredam agretifitas Bajul Ijo yang di laga terakhirnya mampu membekap Persiba Balikpapan dengan skor telak 4-0. Di skuad Persebaya sendiri, DAP juga akan bertemu beberapa rekan setimnya mulai dari Rudi Widodo, Siswanto, Munhar, Jendry Pitoy hingga Firly Apriansyah.

“Persebaya tim yang harus diwaspadai, karena dengan gabungan antara pemain muda dan senior mereka punya motivasi yang sangat besar,” jelas pemain asal Ponorogo ini. Dua nama pun diakuinya harus diwaspadai rekan-rekannya selama 90 menit pertandingan nantinya. “Rudy Widodo tidak boleh diabaikan, karena meski kemarin yang mencetak gol adalah Pedro, namun dia punya peran lain yakni merusak permainan dan memancing pemain lainnya,” jelasnya.

Selain itu, sosok Evan Dimas juga dianggapnya akan terus memberikan ancaman dengan kualitas prima yang dimilikinya. “Evan seorang kreator dengan kemampuan yang cukup lengkap. Selain itu, perlu diingat dia juga punya penyelesaian akhir yang baik, jadi pemain kami harus mewaspadainya di laga nanti,” pesannya.