PALEMBANG — Sriwijaya FC berhasil memenuhi targetnya untuk mencuri poin di kandang Barito Putera, Senin (1/8) malam di stadion 17 Mei Banjarmasin. Sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama, laskar wong kito berhasil memaksakan hasil imbang setelah Anis Nabar menyamakan kedudukan di menit 52 babak kedua. Dengan hasil ini, SFC masih tertahan di peringkat 4 klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dengn poin 22, tertinggal 7 poin dari Madura yang memimpin di peringkat pertama.

Pelatih SFC, Widodo C Putro mengaku sangat bersyukur dengan hasil ini karena mampu memenuhi target yang sudah dicanangkan sebelumnya. “Saya berikan apresiasi untuk pemain kami, karena mereka mau bekerja keras, apalagi setelah mengakhiri babak pertama dengan skor tertinggal dari tuan rumah,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, anak asuhnya sempat kecolongan di menit rawan babak pertama walau sudah berhasil mengantisipasi gaya bermain Barito Putera. “Hasil seri di laga away sudah cukup baik, namun kami mesti bekerja lebih keras lagi saat di kandang. Sudah ada 2 laga berat yang menunggu dan hasil ini menjadi modal berharga,” jelas eks asisten pelatih timnas Indonesia ini.

Diakuinya, di babak pertama dirinya memang sengaja menerapkan strategi bertahan dan menunggu pemain lawan terpancing keluar. “Ternyata kita sama-sama menerapkan pola yang sama, namun sepakbola sudah ada resiko. Namun setelah turun minum kami sepakat merubah taktik dan mengambil inisiatif menyerang,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan kapten tim SFC, Supardi Nasir yang menganggap hasil seri ini sebagai pencapaian yang positif. “Ini laga yang sangat berharga, karena setelah ini kami akan menghadapi 2 laga penting di kandang dan target jelas menyapu kemenangan nantinya. Di babak kedua, SFC menunjukkan karakter permainan sesungguhnya, kami bersyukur dengan hasil ini,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pelaltih Barito Putera Mundari Karya tidak dapat menutupi kekecewaanya dengan hasil imbang yang diperoleh timnya. “Secara umum, kami bermain rapi di segala ini dan mampu menciptakan banyak peluang. Namun beberapa kesempatan emas hanya 1 yang berbuah gol, tetapi saya memberikan kredit buat pemain Barito yang di laga ini pun minim membuat kesalahan,” ungkapnya.

Diakuinya, gol yang bersarang ke gawang Aditya Harlan lebih dikarenakan kecerdikan Firman Utina dan kelengahan pemainnya. “Gol yang lahir berasal dari set piece dan pemain kami kehilangan konsentrasi. Namun saya sempat khawatir juga karena di menit-menit akhir mereka juga seperti tidak fokus dan terlalu bernafsu menyerang sehingga beberapa kali membuat kesalahan, yang jelas saya bersyukur dengan hasil ini karena lawan yang dihadapi juga merupakan tim kuat dan unggulan di kompetisi ini,” tambahnya. (dedi)

Related Post