PALEMBANG — Pelaksanaan Coordination Committee (Coorcom) Dewan Olimpiade Asia (OCA) Meeting ke-6 di Palembang, Sumatera Selatan yang berlangsung di Griya Agung, Palembang, Minggu (5/3/2017) memutuskan bahwa co host Asian Games 2018 itu akan menggelar 10 cabang olahraga.
Hal itu disebabkan Dewan Olimpiade Asia (OCA) menganggap cabang soft tenis merupakan bagian dari tenis. Dengan demikian, Palembang akan menjadi tuan rumah cabang kano/kayak, dayung, menembak, triatlon, sepak takraw, dan olahraga panjat tebing yang dilangsungkan sejak babak penyisihan hingga final. Sedangkan cabang sepak bola khusus wanita, bola voli pantai, tenis-soft-tenis, dan bola basket akan digelar untuk babak penyisihan saja.
“Penyatuan itu juga berlaku di cabang skateboard yang merupakan bagian dari roller sports. Coorcom ini sekali lagi menegaskan 42 cabang olahraga, yang terbagi atas 33 cabang olimpik dan sembilan non olimpik,” ungkap Tzunekatsu Takeda, Ketua 
Coordination Committee OCA.
Dengan kepastian itu, maka Asian Games 2018 Jakarta Palembang akan menggelar 493 nomor pertandingan, dengan memperebutkan 1.411 medali emas, 1.411 medali perak, dan 1.760 medali perunggu. “Selain itu, kami juga mengapresiasi Palembang yang antusias dan berada dalam track yang benar untuk menjadi tuan rumah yang baik. Kunjungan kami dan melihat dari dekat Jakabaring Sports Centre, terutama untuk cabang olahraga dayung, memperlhatkan keseriusan Palembang,” tambah Wei Jizhong, wakil presiden kehormatan OCA.
Sebanyak 60 anggota OCA yang terdiri dari para pejabatnya, antara lain wakil presiden OCA, Rita Subowo, Direktur Jenderal dan Direktur Teknis OCA, Husain Al Mussalam, Departemen Asian Games OCA, Haider Farman, ketua komisi sports OCA, Song Luzeng dan beberapa anggota coordination committee langsung menuju JSC setibanya di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Minggu pagi. 
Selama di kompleks olahraga yang dibangun saat Palembang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga NAsional 2008 dan makin berkembang ketika menjadi tuan rumah SEA Games 2011, delegasi OCA meninjau stadion Gelora Sriwijaya, perkampungan atlet, dan juga media, serta area water sports yang bakal melombakan cabang kano-kayak.
“Kompleks JSC sudah lebih siap, dan jika ditunjang dengan Light Rail Transit (LRT) dari Bandara ke Jakabaring, maka kompleks ini sudah memenuhi standar internasional melalui kemudahan akses yang lebih cepat. Apalagi selama Asian Games 2018 nanti, untuk transportasi di dalam kompleks kami akan menggunakan kendaraan hidrogen yang ramah lingkungan,” ujar Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin yang memimpin delegasi Indonesia di Coorcom VI tersebut.
Menurut wakil presiden INASGOC, Muddai Madang, dirinya menangkap kepuasan dari anggota OCA yang datang ke Palembang. “Meski tak sampai sehari anggota coordination committee OCA meninjau JSC, dan sepanjang jalan menuju kompleks Jakabaring, mereka juga melihat progres LRT, namun mereka sudah melihat kesiapan dan keseriusan Palembang sebagai co host Asian Games. Saya jamin di awal tahun depan, semua fasilitas pendukung dan venue di Palembang akan siap,” ungkap Muddai.
Kelanjutan Coorcom VI akan diteruskan di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (6/3/2017), dengan membahas beberapa hal antara lain bidang marketing, media dan public relations, protokoler, torch relay, TV dan host broadcasting, serta medical serta anti doping. Berkaitan dengan venue, update dua venue di Jakarta, yakni velodrome Rawamangun dan equestrian Pulo Gadung juga akan menjadi pembahasan OCA.
Sebelum penutupan Coorcom VI, juga akan dilangsungkan penanda tandangan kerjasama antara OCA-INASGOC dan produsen apparel olahraga, 361 untuk sponsorship Asian Games 2018. Selain itu, juga akan dilangsungkan spesific aggreement antara INASGOC dengan SSangYong Information & Communication Corporation (SICC), yang pada bulan November lalu nota kerjasama, atau Master of Service Agreement (MSA) antara kedua belah pihak telah pula ditanda tangani di Jakarta.
Kerjasama dengan SICC untuk memastikan ketersediaan dan terintegrasi seluruh informasi (information system) yang berkaitan dengan jadwal, venue, hasil pertandingan, catatan pemecahan rekor, profil atlet, transportasi, dll, hingga basis data pendukung yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan Asian GAmes 2018 tersebut. Sistem informasi terintegrasi itu diperlukan untuk memberikan kemudahan bagi media cetak/online/elektronik, serta broadcast dalam mengupdate informasi secara cepat kepada masyarakat luas. (ril)

Artikel Terkait