Novan Setya Sasongko menjadi salah satu bintang di laga final turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 yang mempertemukan Sriwijaya FC melawan Arema FC, Minggu (4/3) malam di stadion Palaran Samarinda. Tidak hanya sukses meredam pergerakan kapten Arema Dendi Santoso di sisi pertahanan laskar wong kito, Novan juga berhasil mencetak gol pertama di laga yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk SFC ini.

Golnya pun tergolong cukup indah, sebuah pergerakan di sisi lapangan diakhir Novan dengan sebuah tendangan melambung yang tidak mampu diamankan oleh Kurniawan Kartika Adhie, penjaga gawang timnas U23 yang memperkuat tim Singo Edan.

Banyak pihak pun menyebut gol ini cukup berkelas, namun ada juga yang menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Dengan nada merendah, pemain asal Bojonegoro ini pun menyatakan bahwa golnya ini memang dinaungi sebuah keberuntungan.

“Saya awalnya memang ingin mengoper Manu dan Beto yang sudah berada di kotak penalti Arema, namun crossing saya ternyata meluncur lebih keras dan untungnya tepat mengarah gawang lawan,” ungkapnya saat dihubungi Senin (5/3) sore.

Usai gol tercipta, pemain serba bisa ini pun terlihat dingin dan tidak melakukan selebrasi, hanya rekan-rekannya yang lain yang mendatangi guna memberikan selamat. Novan pun punya alasan khusus mengapa tidak melakukan selebrasi usai membobol gawang Arema tersebut.

“Saya hanya berpikir bahwa laga final ini belum selesai dan SFC belum memenangkan apapun, jadi tidak perlu selebrasi secara berlebihan agar terus fokus bermain,” bebernya.

Tidak hanya itu, alasan lain mengapa dirinya enggan melakukan selebrasi adalah rasa nyeri di bagian dada yang masih dirasakannya kemarin. “Masih terasa sedikit sesak, benturan di bagian tulang rusuk kemarin belum 100 persen sembuh. Jadi karena masih sakit saya juga tidak ingin euforia berlebihan,” pungkasnya.

Artikel Terkait