PALEMBANG — Marco Sandy Meraudje menjadi salah satu aktor penting di balik kemenangan Sriwijaya FC atas tamunya Persela Lamongan, Selasa (26/9) sore kemarin di stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang. Gol pembuka kemenangan laskar wong kito lahir dari sundulan kepalanya di awal babak kedua dan meningkatkan semangat bertanding seluruh pemain di lapangan.

Sebuah kemenangan yang sangat berarti karena poin penuh mampu membuat SFC memutus rekor buruk 4 kekalahan beruntun di laga sebelumnya. Gol yang dicetaknya itu pun diakui Marco Meraudje akan menjadi salah satu catatan penting di perjalanan kariernya sebagai pesepakbola professional.

Pasalnya, gol tersebut merupakan gol pertamanya setelah memulai karier sepakbola professional bersama SFC awal musim ini. “Turun di Liga 1 Indonesia 2017 merupakan musim pertama saya sebagai pesepakbola professional setelah memutuskan meninggalkan Papua dan mencari pengalaman sebanyak mungkin terlebih dulu. Saya senang karena gol pertama itu mampu memberikan hasil positif untuk SFC yang memang sangat membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara,” ujarnya saat dihubungi Rabu (27/9) sore.

Menurutnya, sejak awal dirinya memang sudah bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk SFC di laga ini dengan sejumlah alasan. “Tentu kepentingan tim di atas segalanya, periode buruk di laga sebelumnya harus kami lupakan. Karena itu kemarin seluruh pemain sudah bertekad memberikan segalanya,” ungkap pemain yang menempati posisi sebagai bek kanan ini.

Namun selain itu, ada alasan lain yang membuatnya juga tampil kesetanan saat bertemu Laskar Joko Tingkir kemarin. “Kemarin kami main di kandang baru dan harus mengawalinya dengan baik, tetapi selain itu saya juga sangat terpacu karena ingin memberikan kebahagiaan untuk nenek saya yang sakit di Jayapura, gol tersebut saya persembahkan untuk beliau dan semoga cepat diangkat penyakitnya,” harapnya.

Usai mencetak gol, eks kapten PON Papua ini pun melakukan selebrasi cukup unik dengan menunjukkan kata-kata unik di balik jerseynya yakni MM 22 I’m Nadruck Injros. “Nadruck itu artinya anak, sementara Injros nama kampung saya di Jayapura. Sebelumnya tidak ada firasat, namun memang sengaja menyiapkan kaos dalaman itu jika ada rejeki mencetak gol,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait