PALEMBANG — Untuk mengantisipasi gejolak atau paham radikal yang kemungkinan akan timbul di wilayah Sumatera Selatan dimasa mendatang. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme menggelar Forum Literasi Media dengan melibatkan kehumasan baik swasta maupun pemerintah diharapkan dapat

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki, pada saat membuka kegiatan Literasi Media sebagai upaya cegah dan tangkal radikalisme dan terorisme dimasyarakat, rabu (19/04) di Hotel Aryaduta mengatakan isu-isu sara, agama, ras bisa saja berkembang menjadi konflik kalau tidak di waspadai sejak dini.

“Saat ini Sumsel aman, namun bukan berarti tidak ada apa-apa, bisa saja suatu waktu itu akan akan muncul paham yang radikal, jadi itulah kita harus antisipasi sejak dini,” katanya.

Ia menyampaikan, sejauh ini di Sumsel aman, pasca tahun 2007-2008 dimana di Palembang,di Sekayu dan di OKI serta di Dwikora pernah ada upaya pergerakan rencana pengeboman, beruntung bisa cepat ditangkap sebelum mereka melakukan eksekusi pengeboman.

Oleh karenananya langkah pencegahan,  apalagi Sumsel sebagai daerah pelintasan tempat transit orang, bisa saja paham yang radikal itu dengan cepat bisa berkembang.

“Peran masyarakat dan media sangat diperlukan, dalam upaya mencegah secara dini,”tambahnya.

Sementara itu Ketua Forum Koorrinasi Pencegahan Tetoris Sumsel, Uzirman Irwandi memgatakan kegiatan yang melibatkan kehumasan dari pihak swasta maupun pemerintah sebagai upaya pencegahan paham radikal berkembang secara luas seiring dengan semakin berkembangnya media saat ini.

“Kita harapkan kegiatan ini bisa menggambungkan, antara informasi dari BNPT bahayanya paham radikal kepada media bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat luas,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait