Kabar buruk menghampiri Sriwijaya FC yang baru saja merebut tiket terakhir babak final Piala Presiden 2015. Sang kapten, Titus Bonai mendadak pada Senin (12/10) pagi dilarikan ke RS Kasih Ibu Solo untuk menjalani perawatan cedera yang dialaminya saat berlaga di leg kedua babak semfinal melawan Arema Cronus (11/10) kemarin.

Menurut dokter tim SFC, dr Victor Andryanto berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen, Tibo memang mengalami pembengkakan tendon di kaki kiri yang mengakibatkan rasa nyeri. “Namun syukurlah tidak terlalu berbahaya, tetapi saya tetap merekomendasikan kepada pelatih agar Tibo beristirahat total dulu saat ini,” jelasnya.

Diakuinya, Tibo setidaknya harus menjalani pemulihan selama 3 hari dan tidak diperbolehkan mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya yang lain. “Kita akan pantau terus perkembangannya, namun untuk mempercepat pemulihan maka kita sarankan agar Tibo diberikan istirahat total. Terlalu riskan jika memaksakan dia berlatih,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Tibo mengaku bahwa cedera yang didapatnya tersebut dikarenakan salah tumpuan saat terjatuh di sisi lapangan stadion Manahan Solo. “Ada sisi yang sedikit berlubang dan hanya dilapisi pasir. Saat itu bola datang cukup kencang dan saat mengejarnya, saya kurang seimbang sehingga terjatuh, rasanya sangat nyeri sekali,” ujar Tibo.

Saat terjatuh, Tibo sudah merasakan nyeri dan membuatnya berpikir ingin langsung meminta diganti. “Tapi saya coba paksakan dulu, karena itu saya akhirnya bertukar tempat di sisi kanan dengan TA Musafri agar lebih dekat berkomunikasi dengan pelatih. Namun keadaan semakin tidak membaik dan akhirnya saya memutuskan minta diganti,” ungkapnya.

 Sewaktu mendapat perawatan di bench, Tibo juga sempat khawatir bahwa cederanya tersebut cukup parah dan memaksanya harus absen di partai puncak Piala Presiden 2015. “Saya takutnya terkena di bagian lutut, karena perawatannya pasti lama. Tapi syukurlah ini tidak terlalu parah, semoga saya bisa pulih tepat waktu,” harapnya.

Ketika berjalan keluar lapangan dan digantikan oleh Yohanis Nabar, Tibo juga memberi dukungan kepada juniornya tersebut. “Saya katakan kepada Anis dan Eky (Rizky Dwi Ramadhana-red) untuk tampil lepas, tidak perlu terbebani. Karena saya percaya mereka berdua juga punya kualitas yang baik dan mampu memberikan kontribusi positif, dan hasilnya pun satu gol bisa kami buat untuk membawa SFC lolos ke final,” pungkasnya.