PALEMBANG — Di tengah situasi tertinggal dari tuan rumah Barito Putera, manajemen Sriwijaya FC sempat dibuat was-was saat penjaga gawang Sandy Firmansyah harus mendapat perawatan intensif di menit 57 babak kedua. Setelah diperiksa oleh tim medis di lapangan hijau, kiper asal Malang ini dinyatakan harus mendapat pemeriksaan lanjutan ke RS terdekat.

“Memang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami memutuskan membawanya ke RS rujukan panpel Barito Putera yakni RS Suaka Insan Banjarmasin agar dilakukan observasi dan rontgen guna memastikan apakah terjadi pergeseran tulang, patah atau kondisi lainnya,” ungkap dr Roy Ade Putra, dokter tim SFC saat dihubungi Minggu (10/9) sore.

Namun usai dilakukan rontgen, Sandy disebut tidak terlalu mengalami luka serius dan hanya terkena memar di bagian tulang depannya. “Tetapi tetap diadakan tindakan walaupun diagnosanya hanya cedera otot bahu, di lapangan tadi kami sempat was-was karena Sandy mati rasa dan tidak dapat menggerakan bagian tangan kanannya cukup lama,” bebernya.

Meski dinyatakan dokter tidak terlalu mengalami cedera yang cukup serius, namun pelatih kiper SFC Hendro Kartiko mengatakan dirinya akan melihat perkembangan Sandy terlebih dulu. “Sebagai mantan kiper, saya tahu benturan tadi sangat keras. Dan cukup riskan langsung memaksakannya mengikuti program tim,” jelasnya.

Setidaknya, Sandy disebutnya harus beristirahat selama 3 hari hingga sepekan guna mengembalikan kebugarannya. “Apalagi situasi ini bukan yang pertama dialaminya musim ini, di putaran pertama lalu saat melawan Persela Lamongan juga terkena benturan hampir sama. Saya sendiri sempat mengingatkan kepada wasit agar lebih memperhatikan keselamatan pemain di lapangan, dulu ada momen benturan antara pemain Persiraja dengan kiper PSAP yang menyebabkan salah satunya meninggal dunia, tentu kejadian seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” pesannya. (dedi)

Artikel Terkait