Palembang – Perbaikan jalan rusak yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan jelang triwulan ketiga rata-rata telah mencapai 60%. Dinas PU Bina Marga mengaku terus berupaya untuk menyelesaikan perbaikan jalan sesuai dengan target pada bulan Oktober-November 2017.

Kepala Bidang Jalan Dinas PU Bina Marga Sumsel, Mukhtar, mengungkapkan, perbaikan jalan yang dilakukan pada tahun ini terbagi dalam dua tahap. Untuk tahap I dengan masa kontrak yang dimulai sejak bulan Mei-Juni telah mencapai 60%. Sementara untuk masa kontrak yang dimulai pada bulan Agustus-September baru mencapai 10%.

“Bila dilihat dari masa kontrak perbaikan jalan sejauh ini sesuai dengan target awal, meskipun ada beberapa perlambatan jumlahnya tidak signifikan. Kami optimis perbaikan jalan rampung sesuai target,” ujar Mukhtar kepada wartawan di Palembang, Selasa (19/9/2017).

Diakui Mukhtar, perbaikan jalan pada tahun ini dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi keterbatasan anggaran. Dari Rp. 1 trilyun dana yang diajukan pada tahun hanya terealisasi Rp.800 milyar.

“Perbaikan diprioritaskan untuk jalan yang rusak berat seperti di Desa Debuk Rejo-Perbatasan OKI. Namun semua jalan rusak telah dilakukan perbaikan darurat agar dapat dilalui kendaraan” jelas Mukhtar.

Menurut Mukhtar, perbaikan jalan tahap II segera dilakukan dengan disetujuinya alokasi anggaran untuk perbaikan jalan melalui dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBD Perubahan Sumsel TA 2017 sekitar Rp. 30 milyar. Dana tersebut meliputi perbaikan jalan di beberapa daerah di Sumsel termasuk Jl. Noerdin Panji yang merupakan salah satu jalan untuk menunjang akses transportasi Asian Games 2018.(ril)

Artikel Terkait