Jakarta – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Febrita Lustia Deru menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Kemitraan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembagunan Keluarga Tingkat Nasional Tahun 2019, di Hotel Kartika Chandra Jumat (01/03)
Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel dalam rangka menindaklanjuti Surat Sekretaris Utama BKKBN Nomor 511/TU.04/B5/2019 tanggal 15 Februari 2019 perihal RAKERNAS, Simposium dan Konsultasi Teknis Bidang serta RAKORNIS Kemitraan Program KKBPK Tahun 2019.
Untuk diketahui, sesuai laporan Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Drs. Agus Sukiswo, Ak., MM dalam kata sambutannya mengatakan pelaksanaan program KKBPK di Indonesia telah mengukir sejarah keberhasilan dalam menurunkan laju pertumbuhan penduduk dari 2,31 persen selama periode 1971-1980, menjadi 1,49%periode 2000-2010 dan 1,36 persen selama periode 2010-2016. Penurunan laju pertumbuhan penduduk ini, konsisten dengan penurunan angka kelahiran total (atau TFR) dari 5,61 anak per wanita subur pada tahun 1971 menjadi 2,38 pada tahun 2018.
Saat ini pula, lanjutnya, Indonesia sedang mengalami dan berusaha mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil serta kelebihan gizi, termasuk obesitas baik pada balita maupun orang dewasa. Sekitar 37 persen (hampir 9 juta) anak balita, mengalami stunting (Rikesdas 2013), mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 30 persen dan Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting ke 5 (lima) terbesar di dunia.
“Anak kerdil yang terjadi di Indonesia sebenarnya tidak hanya dialami oleh keluarga yang miskin dan kurang mampu, akan tetapi stunting juga dialami oleh keluarga yang tidak miskin atau yang berada di atas 40 persen tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi,” katanya
“Pada kesempatan yang istimewa ini, atas nama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), saya menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap Stakeholder dan Mitra Kerja BKKBN, atas dukungan komitmen dan peran sertanya dalam pelaksanaan Program KKBPK,” tambahnya
Ditemui usai menghadiri acara Febrita mengatakan, Program keluarga berencana sangat besar manfaat nya untuk pertumbuhan anak, dimana anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang khusus dari kedua orang tuanya. Menurutnya, PKK Provinsi Sumsel terus mendukung dan mengapresiasi penuh apapun program yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka untuk kesejahteraan rakyat.
Mengenai stunting, Febrita mengaku prihatin karena sesuai data yang ada Indonesia menduduki peringkat lima didunia. Oleh sebab itu pula dikatakannya ia bersama seluruh Ketua Penggerak PKK Kabupaten/kota sekaligus pegurus PKK Provinsi Sumsel terus menggencarkan pentingnya sosialisasi pencegahan stunting sejak dini.
“Kita akan mensosialisasikan hingga ke pelosok kabupaten/kota di Provinsi Sumsel, untuk mencegah dan menekan angka stunting di Sumsel. Sementara terkait dengan program kelurga berencana (kb) kan sudah berjalan lama, dukungan PKK sangat besar sosialiasinya kepada ibu-ibu bahwa dua anak cukup kalau dulu memang banyak anak banyak rezeki, tapi kalau sekarangkan karena perkembangan zaman, modernisasi, tekhnologi . Jadi dua anak itu lebih banyak perhatian kepada anak, banyak kasih sayangnya,” ungkapnya
Kedepan, Lanjut Feby menuturkan, TP PKK Sumsel akan segera membuat satu kabupaten/kota sebagai contoh dalam rangka keaktifan di 10 Program PKK.
“Kampung  KB ini sudah berjalan sebenernya cuma tinggal sosialisasi saja yang belum terus disosialisasikan terus kita juga mau mrmbuat satu kabupaten/kota contoh jadi tidak hanya kampung KB saja, ada hatinya PKK tentang 10 program PKK,” pungkasnya. (ADV)

Related Post