PALEMBANG — Hasik kurang memuaskan yang diraih Sriwijaya FC di turnamen Piala Presiden 2017 mulai mendapat kritikan keras dari sejumlah pihak. Dan kursi pelatih laskar wong kito Widodo C Putro menjadi sasaran tembak para supporter yang menganggap hasil negatif tersebut sebagai tanggung jawab eks legenda timnas Indonesia tersebut.
Menanggapi hal ini, manajemen SFC menegaskan pihaknya memang tengah melakukan rapat intensif guna membicarakan hal ini. Namun manajemen tidak menampik bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk juga staf kepelatihan SFC.
“Namun kami tidak pernah menyebut akan melakukan pergantian pelatih, sebuah tim tentu tidak bisa meraih kesuksesan secara instan. Dan target sesungguhnya ada di kompetisi Liga 1 mendatang, karena tidak ada jaminan pergantian pelatih juga akan langsung membawa hasil yang lebih baik lagi,” ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Selasa (28/3) sore.
Dalam proses evaluasi, pihaknya menyatakan akan duduk bersama dengan tim pelatih guna membicarakan faktor yang menyebabkan kegagalan tim di turnamen Piala Presiden 2017. “Kita masih akan memberikan kesempatan kepada WCP, tetapi tentu harus dibarengi dengan perbaikan guna target mengembalikan gelar juara dapat diraih nanti,”tegasnya.
Kelompok supporter SFC, Singa Mania memang cukup memberikan warning keras atas buruknya kinerja tim belakangan ini. “Pelatih tentu harus dapat mengukur target yang dibebankan, apalagi materi tim yang ada saat kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 serta Piala Presiden lalu cukup bisa bersaing. Tentu perlu dipertanyakan mengapa hasilnya belum memuaskan, karena selain faktor non teknis seperti kecurangan di lapangan, tentu tidak bisa bergantung dan menyalahkan hal seperti itu kedepannya,” ujar ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko saat dihubungi Selassa (28/2) sore.
Selain itu, pihaknya menyorot minimnya alternatif strategi yang diterapkan WCP belakangan ini. “Harus ada perubahan, karena seluruh lawan sepertinya sudah paham bahwa untuk meredam SFC maka cukup mematikan duo Beto-Hilton. Kita lihat jika keduanya bisa diredam maka separuh kekuatan SFC sudah hilang. Lalu pelatih juga harus bisa memaksimalkan kualitas pemain, M Nur Iskandar sangat agresif di Semen Padang, kini di SFC seperti melempem, apakah faktor strategi atau memang posisi yang kurang pas untuknya,” pungkas Dugong, panggilan akrabnya. (dedi)

Artikel Terkait