PALEMBANG —Rupanya masih banyak kondisi rumah tidak layak huni yang menjadi pemandangan tak sedap di kota metropolis Palembang, salah satunya rumah Susilawati (47) yang berada diperkotaan, tepatnya di Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus yang sudah 40 tahun menjadi tempat ia dan anak-anaknya berteduh.

Lantai rumah yang hanya beralaskan papan dan dinding di sekat plastik fiber membuat kondisi rumah berukuran sekitar 6X5 meter persegi ini nampak sesak, pasalnya di rumah tersebut Wati tidak tinggal sendiri, melainkan bersama empat orang anaknya.

“Kalau hujan banjir masuk ke dalam rumah. Bahkan, seringkali saat tidur pada kondisi hujan rumah kami dimasuki ular,” ungkapnya.

Wati yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh cuci pakaian ini mengaku, sangat cemas bertempat tinggal di rumahnya tersebut karena kondisi rumah yang sudah goyang dikhwatirkan suatu saat akan roboh. “Lantai rumah ini sudah ambruk semua. Jadi, hanya ditutupi saja pakai plastik,” urainya.

Ia mengatakan, program bedah kampung oleh Dinas Sosial pemprov Sumsel sangat meringankan bebannya bersama keempat anaknya. “Saya sangat kaget saat dapat informasi dari pak RT kalau rumah saya mau dibedah,” ungkap janda empat orang anak ini.

Ia berharap, bantuan yang diberikan Dinsos pemprov Sumsel bisa memperbaiki rumahnya dengan kondisi layak. “Ya, minimal kalau hujan air tidak masuk ke dalam dan dinding plastik rumah ini bisa diperbaiki,” harapnya.

Sementara itu, Kadinsos Sumsel Drs H Apriyadi MSi yang menyambangi secara langsung warga yang tinggal di rumah tidak layak huni di kawasan Gandus mengatakan, Dinsos Sumsel melakukan program bedah kampung dengan menyisir masyarakat perkampungan yang memiliki rumah tidak layak huni.

“Ada 25 rumah yang kami bantu program bedah kampung, dengan harapan kondisi rumah mereka nantinya bisa layak huni dan mengurangi resiko ambruknya rumah yang sudah reot,” jelasnya.

Ia menambahkan, program bedah kampung tersebut di implementasikan dengan memberikan bantuan bahan bangunan untuk digunakan memperbaiki rumah. “Sengaja kita berikan secara langsung bahan bangunan supaya segera diperbaiki,” tuturnya.

Apriyadi berharap, warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut bebannya bisa terasa sedikit ringan. “Ya, minimal mereka tidak was-was saat tidur kalau rumahnya sudah bagus,” harapnya. (juniara)

RelatedPost