Palembang, Laskarwongkito.com-Menyambut bursa transfer pemain yang resmi dibuka Rabu (5/7), Sriwijaya FC dikabarkan akan lebih banyak melakukan pengurangan pemain kedepannya.

Pengurangan ini memang menjadi salah satu opsi yang diambil oleh manajemen PT SOM untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang belakangan menghampiri SFC. Mulai dari pembayaran gaji yang kerap terlambat hingga adanya perbedaan pendapat yang  terjadi di dalam skuad. Hal ini pun sudah disampaikan secara langsung oleh manajemen PT SOM saat melakukan rapat internal, Senin (2/7) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, manajemen SFC sendiri masih akan melakukan 1 rapat lanjutan sebelum memutuskan mengumumkan hasil evaluasi ini. Meski akan melakukan sejumlah pencoretan, manajemen SFC sendiri menegaskan tetap akan berjuang untuk memenuhi target yang diusung awal musim ini yakni posisi 3 besar di klasemen akhir kompetisi Liga 1 Indonesia 2018.

Dalam memutuskan evaluasi terhadap punggawa SFC, manajemen sendiri mengisyaratkan tidak hanya akan melihat performa di lapangan saja. “Kami menginginkan pemain nantinya yang benar-benar berkomitmen 100 persen untuk SFC sehingga skuad akan lebih solid,“ ujar manajer SFC Ucok Hidayat saat dihubungi Rabu (4/7) sore.

Setidaknya 4-6 pemain setidaknya diprediksi akan terkena evaluasi ini, walau manajemen SFC menegaskan belum mau menyebutkan nama hingga rapat terakhir yang akan digelar Kamis (5/7) ini. “SFC juga sepertinya belum fokus ke perekrutan pemain baru, karena jumlah pemain yang ada saat ini masih cukup dan bisa bersaing kedepannya. Soal target tetap 3 besar dan akan terus diperjuangkan, karena ini merupakan kebanggaan masyarakat Sumsel dan bukan milik pribadi,” jelasnya.

Pelatih SFC, Rahmad Darmawan menyatakan bahwa dirinya telah menyampaikan hal ini kepada anak asuhnya dan meminta Makan Konate dkk untuk tidak terpengaruh dengan rapat evaluasi ataupun keputusan yang bakal diambil manajemen. Eks pelatih timnas U23 Indonesia menegaskan pemain harus profesional dan memahami tugas serta kewajibannya, termasuk persiapan melawan PS Tira, Jumat (6/7) besok.

“Sudah kita sampaikan kepada pemain di lapangan tadi, supaya profesional. Kalau sudah berada di lapangan maka fokus pada pertandingan,” ucap RD. Pelatih asal Lampung ini juga menyebut bahwa evaluasi merupakan hal yang biasa dilakukan manajemen ataupun pelatih klub manapun jelang berakhirnya putaran pertama ataupun akhir musim.

Kendati demikian, RD menyebut ada evaluasi yang membutuhkan masukan dari pelatih dalam rapat tapi ada yang tidak butuh. Pelatih berusia 51 tahun juga ini enggan berkomentar lebih jauh, rapat evaluasi tahap pertama yang dilakukan manajemen butuh pelatih di dalamnya atau tidak sama sekali.

“Itu saja, ada evaluasi yang butuh pelatih dan ada yang tidak,” ucapnya singkat.

Marco Meraudje Tegaskan Tetap Bertahan

Sementara itu, salah satu yang paling santer diberitakan akan segera berganti kostum adalah Marco Meraudje. Pemain asal Papua ini terus dikaitkan dengan Persija Jakarta. Marco Meraudje diproyeksikan akan melapis Ismed Sofyan di posisi bek kanan Macan Kemayoran.

Marco sendiri belakangan memang tengah naik daun dan sejak awal musim lalu sudah menjadi incaran sejumlah klub besar di tanah air. Mulai dari Persipura Jayapura, Madura United dan Persija Jakarta dikabarkan menggoda Marco untuk hengkang dari Palembang. Sejak direkrut saat awal kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 lalu, eks kapten tim PON Papua ini sendiri memang menunjukkan progress yang sangat tinggi.

Meski dalam 2 musim ini SFC mendatangkan pemain berpengalaman di posisi bek kanan seperti Gilang Ginarsa dan Alfin Tuasalamony, namun Marco praktis selalu menjadi pilihan pertama. Bahkan kemampuannya belakangan juga bertambah dan kerap dimainkan sebagai bek tengah. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Marco sendiri hanya tertawa dan menganggap isu kepindahannya tersebut hanyalah rumor di bursa transfer ini. “Belum ada keputusan dan saya masih menjadi bagian dari keluarga SFC,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Artikel Terkait