PALI — Menteri Keuangan (Menkau) Sri Mulyani akan memangkas anggaran belanja negara tahun ini, yang direncanakan sebesar Rp133,8 triliun.

Langkah ini diambil guna meredam pelebaran defisit menyusul tidak tercapainya target penerimaan perpajakan.

Rencana Menkeu tersebut menurut Bupati PALI Heri Amalindo tidak jadi soal dan jangan khawatir akan terhambatnya pembangunan di Bumi Serepat Serasan.

“Saya kira bukan pemangkasan tapi pengurangan(dana pusat), karena selama ini dana  yang  dari pemerintah  pusat itu, untuk kuartal   ini belum memenuhi belanja modal maupun belanja rutin,” katanya.

Jika terjadi pengurangan anggaran 10 persen, Heri tetap optimis di kuartal selanjutnya dana tersebut akan dikembalikan lagi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

“Walaupun kita ada pengurangan, Insyaallah di kuartal ke 4, anggaran itu(anggaran yang dikurangi) akan dikembalikan lagi ke kas daerah,” ujarnya.

Dijelaskanya, pemerintah daerah sudah diingatkan oleh pemerintah pusat terkait anggaran yang akan berkurang 10%. Akan tetapi jika pemerintah ada pendapatan lain, maka 10% tersebut tidak akan dikurangi.

“Kalau pemerintah daerah ada pendapatan lain,anggaran 10% itu tidak akan di kurangi. Kita diperingatkan jauh-jauh hari, pada bulan Desember bahwa anggaran akan kurang tetapi bukan di potong,” jelas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga(DPUBM) Sumsel itu.

Lebih lanjut Heri mengatakan bahwa dirinya yakin program di Kabupaten PALI, seperti pembangunan infrastruktur dan program lainnya, tidak akan terhambat jika rencana pengurangan dana 10% tersebut terealisasi.

“Kami yakin tidak menghambat pembangunan yang sudah berjalan saat ini,” tutupnya. (yudhi)

RelatedPost