PALI — Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo, secara resmi menutup pelatihan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri batik yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Tim Penggerak PKK kabupaten PALI bekerjasama dengan PT Surya Bumi Agro Langgeng (SBAL),Rabu sore (7/12) bertembat di Gozco Academy PT SBAL di Desa Simpang Tais kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Setelah selama 10 hari dari tanggal 27 November sampai 7 Desember 2016 sebanyak 15 peserta dari tujuh kelurahan/desa yang ada di kecamatan Talang Ubi mengikuti pelatihan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri batik dengan menghadirkan langsung 4 instruktur dari Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Sebelum kegiatan ditutup oleh Bupati, Lihan kabid Perindustrian Disperindag Kabupaten PALI menjelaskan bahwa tujuan digelarnya pelatihan untuk memberikan pengetahuan serta pembelajaran kepada warga PALI dalam menenun batik.

“Setelah dari pelatihan kita ingin para peserta bisa menularkan ilmu yang didapatnya ke masyarakat luas,” ujar Lihan.

Dalam kesempatan itu pula, 15 peserta memperkenalkan Batik PALI Nusantara (BPN) yang dipersembahkan untuk Pemerintah Kabupaten PALI.

Sementara itu, Heri Amalindo berharap kepada dinas terkait untuk kontinyu dalam membina para pengrajin batik di Bumi Serepat Serasan.

“Harus dibina, jangan berhenti sampai disini, kalau cuma latihan saja tanpa ada tindak lanjut dari dinas terkait maka pelatihan ini akan jadi sia-sia belaka. Untuk itu, dinas Koperasi dan UKM serta Disperindag wajib menyediakan fasilitas kepada para pengrajin batik,” harap Heri.

Suami dari Hj. Sri Kustina ini juga menginginkan agar kualitas dari batik PALI ini juga bisa ditingkatkan sembari mencari market pendistribusian batik PALI.

“Kedepan kita akan terus tingkatkan kualitas batik PALI, seperti mengatasi masalah keasaman air yang bisa mempengaruhi kualitas batik. Sementara itu, sambil berjalan kita akan buat tempat pemasaran batik dan mencari pangsa pasarnya,” tambahnya.

Dirinya berharap kepada peserta setelah melalui kegiatan pelatihan ini bisa menjadi industri rumah tangga.

“Jadi ini bisa menjadi tambahan penghasilan, industri rumah tangga dan mengurangi pengangguran di Kabupaten PALI,” tandasnya.

Ditambahkan oleh ketua TP PKK Kabupaten PALI, Hj. Sri Kustina Heri Amalindo bahwa pihaknya dalam waktu dekat segera membantu pengrajin batik PALI dalam pemasaran.

“Ke depan, nantinya bersama Disperindag Kabupaten PALI kita akan membantu pengrajin batik dalam hal pemasaran, sembari meningkatkan kualitas dan mutu dari batik PALI,” ujar Sri Kustina. (yudhi)

RelatedPost