PALI –Kepedulian terhadap dunia pendidikan sepertinya menjadi perhatian serius Bupati PALI H. Heri Amalindo. Tidak tanggung-tanggung, selain melakukan peninjauan ke SMK YPIP Peris kemarin (4/4) yang sedang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), suami dari Ir. Hj. Sri Kustina itu berjanji akan memberangkatkan ibadah umroh kepada peserta UNBK yang memiliki nilai tertinggi.

Informasi tersebut dikatakan langsung oleh Heri usai meninjau pelaksanaan UNBK di SMK YPIP Peris.

Menurut Heri, yang dilakukannya semata-mata untuk memberikan motivasi kepada para peserta agar semakin giat belajar menghadapi UNBK.

“Kita dalam mendidik jangan hanya memberikan hukuman, tapi kita juga harus melakukan pemberian penghargaan kepada para pelajar yang berprestasi. Sehingga mereka (para pelajar, red) menjadi termotivasi dan tekun dalam belajar. Dan reward tersebut berlaku kepada seluruh peserta UNBK baik SMA ataupun SMK,” tutur Heri.

Mantan kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel itu juga menjelaskan untuk pelaksanaan UNBK di Kabupaten PALI sejauh ini tidak ada hambatan.

“Alhamdulillah lancar. Tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja tadi ada dua unit komputer yang kehilangan sinyal. Untuk itu kami (pemerintah daerah) langsung menggantikan dua unit ttersebut agar pelaksanaan besok tidak ada hambatan lagi,” tambahnya.

Selain itu, dalam meninjau tampak ada yang unik dimana sang bupati yang kebetulan menggunakan kemeja putih meminjam dasi salah seorang pelajar dan berpura-pura mengerjakan soal di depan komputer.

Namun, itu dilakukan Heri lantaran memberikan semangat serta agar para peserta yang sedang mengikuti UNBK tidak tegang dan bisa menjawab soal-soal dengan benar dan hasilnya bisa lulus 100 %.

Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di kabupaten PALI kemarin (3/4) menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ketiga sekolah tersebut antara lain, SMK Yayasan Pendidikan Islam Pendopo (YPIP) dan SMKN 1 Penukal serta SMK Bina Bakti yang melaksanakan UNBK dengan menginduk ke SMK N1 Penukal.

“Ada 51 pelajar yang ikuti UNBK di sekolah ini, jumlah komputer ada 17 unit ditambah 3 unit komputer cadangan. Jumlah itu sesuai persyaratan, yakni satu per tiga dari jumlah siswa yang ikuti UNBK,” ungkap Robi Yanto kepala SMK YPIP.

Dijelaskan Robi, ada tiga sesi dalam pelaksanaan UNBK di sekolahnya.

“Sesuai jumlah komputer yang ada, pelaksanaan UNBK di sekolah ini dibagi tiga sesi. Dan mudah-mudahan akan berjalan lancar,” jelasnya. (yudi)

Artikel Terkait