Sriwijaya FC sukses memuncaki klasemen sementara Grup A turnamen Piala Bhayangkara setelah mengalahkan Pusamania Borneo FC dengan skor 3-1, Jumat (18/3) malam di stadion Si Jalak Harupat Bandung. Kemenangan ini diraih dengan perjuangan keras dan laga sendiri berlangsung panas sepanjang 90 menit.

Asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan mengaku bahwa pertandingan berlangsung dengan menarik dan pihaknya lebih beruntung dalam memaksimalkan peluang.

“Sebelum pertandingan, kami berulang kali mengingatkan kepada pemain untuk tidak terpancing emosinya, fokus bekerja keras dan itu menjadi faktor kunci kemenangan kami malam ini. Terkait panasnya laga, semua bisa melihat sendiri dan kami menghindari komentar soal itu,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan kapten tim laskar wong kito, Achmad Jufrianto yang menilai kemenangan timnya tidak diperoleh dengan mudah. “Ini adalah kemenangan tim, hal ini juga merupakan buah dari evaluasi bersama pasca keikutsertaan di turnamen Piala Gubernur Kaltim kemarin,” jelas Jupe, panggilan akrabnya.

Hujan deras sepanjang laga juga diakuinya membuat pemain harus bekerja ekstra dan menguras tenaga. “Lapangan licin, hujan deras juga membuat fisik pemain terkuras. Kemenangan ini harus kami syukuri dan sekarang fokus menghadapi laga selanjutnya,” tambahnya.

Sementara itu, kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit Maulana Nugraha asal Semarang disampaikan Direktur Teknik PBFC, Iwan Setiawan. “Wasit mengabaikan 3 momen di pertandingan ini yang seharusnya bisa berbuah penalti untuk tim kami. Semua bisa melihat ada insiden Achmad Hisyam Tolle dan Sultan Samma yang seharusnya bisa menguntungkan kami,” keluhnya.

Terkait hukuman terhadap dirinya, Iwan mengaku bisa memahami keputusan wasit yang mengusirnya ke luar lapangan dan harus menonton dari tribun VIP. “Namun wasit tidak bisa menjelaskan apa kata-kata dari saya yang menurutnya merupakan provokasi. Saya hanya dijelaskan bahwa aksi saya menyulut emosi pemain tanpa ada argumen yang kuat. Mereka bilang tidak nyaman karena itu, padahal saya sangat mengerti aturan,” bebernya.

Kejadian ini sendiri diakuinya sangat merusak pertandingan dan menjadi biang kekalahan timnya. “Saya kasihan dengan Polri yang sudah berniat memperbaiki sepakbola nasional dengan menggelar turnamen ini. Kami berharap kedepan tidak lagi dipimpin oleh wasit seperti malam ini,” pungkasnya.