Malang: Pekan Olahraga dan Seni Maarif Nasional (Porsemanas) I Tahun 2018 secara resmi dibuka Menpora Imam Nahrawi bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Said Aqil Sirodj, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Maskuri, dan Rektor UIN Mualana Malik Ibrahim, sekaligus Ketua LP Maarif Jawa Timur Abdul Haris di Gedung Bundar Universitas Islam Malang, Jawa Timur, Senin (23/7) sore.

Menurut Menpora, Porsemanas menjadi tonggak sejarah kebangkitan olahraga Maarif NU. Menpora berharap ke depan yang akan memperkuat timnas Indonesia di olimpiade adalah berasal dari alumni Porsemanas. “Banyak generasi NU yang telah berhasil mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah internasional seperti pelari cepat 100m yang mengharumkan nama bangsa, Lalu Muhammad Zohri dari Mataram, yang merupakan atlet PPLP binaan Kemenpora,” ujar Menpora.

“Ada lagi juara dunia karate namanya Fauzan Noor dari Kalimantan Selatan yang juga anak-anak NU, juga ada santri yang menjadi juara di olimpiade di cabang bulutangkis, yakni Tantowi Ahmad dari Banyumas, dan masih banyak lainnya. Artinya, siswa-siswi LP Maarif pasti akan terus berjuang demi bangsa melalui prestasi olahraga dan seni,” tambah Menpora.

Menpora melanjutkan melalui Porsemanas nantinya akan ada doa yang dikabulkan guna mendoakan untuk prestasi Asian Games dan Asian Para Games 2018 di Jakarta, Palembang, Jawa Barat, dan Banten. “Mohon doa agar Asian Games sukses paling tidak prestasinya minimal tembus sepuluh besar jika Asian Games ini sukses saya yakin kita akan terus berjaya di bidang olahraga dan Indonesia akan terus diperhitungkan menjadi tuan rumah multievent lain seperti olimpiade dan Piala Dunia,” ucapnya.

Ia berpesan para juara-juara dari Porsemanas agar dapat dipantau sebaik mungkin guna menjadi data akurat. “Kepada para guru beberapa juara ini nanti dapat dipantau siapa tahu prestasinya ada yang mengalahkan Lalu M. Zohri, mengalahkan Tantowi Ahmad, dan ada yang bisa menjadi kekuatan timnas dan menjadi grand master catur dan sebagainya dari LP Maarif,” pesannya.

Sekaligus Menpora menyampaikan, akhir-akhir ini ia sering difitnah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang anti NU, di mana ia dinilai menghalalkan judi bola. “Saya ingin tabayyun saya pernah mengaji dan tahu betul halal dan haram, PSSI saya bekukan karena dikuasai oleh mafia judi bola waktu itu, menurut saya selama-lamanya judi itu haram jika masih ada judi di dalam persepakbolaan maka akan menghadapi pembekuan lagi, ini semua fitnah untuk itu kita semua harus kebal fitnah,” tuturnya.

Sementara, Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Arifin Junaedi menyampaikan potensi generasi muda penting untuk dibina dan dikembangkan supaya kelak anak-anak NU menjadi bagian penting dalam mengharumkan nama bangsa dan negara di bidang olahraga dan seni di level internasional.

“Porsemanas I diikuti 2.187 peserta dari 18 provinsi di Indonesia, ada 386 perlombaaan yang akan dipertandingkan dari 9 cabang olahraga dan 10 cabang seni. Memperebutkan sebanyak 75 medali emas, 75 medali perak, dan 150 medali perunggu,” urai Arifin.

Porsemanas I memperebutkan Piala bergilir Ketua Umum PB NU untuk juara umum cabang seni dan Piala bergilir Menpora untuk juara umum cabang olahraga. Porsemanas ke-2 tahun 2020 rencananya akan digelar di Provinsi Jawa Barat. (ben)

RelatedPost