PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluarkan Berita Resmi Statistik (BRS) terkait perkembangan perekonomian di Sumsel.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumsel, Puji Agus Kurniawan mengatakan, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel lebih cepat dari nasional, dan ini juga diikuti dengan indek tendensi konsumen.

“PDRP tahun 2016 secara nominal mencapai Rp.355 triliun, dari harga konstan yakni Rp.266 triliun. Secara umum PDRB kita tumbuh 5,03 persen selama tahun 2016, lebih cepat dari nasional yang hanya 5,02 persen,” ucapnya saat diwawancarai di kantor BPS Sumsel, Senin (06/02).

Puji menjelaskan, yang memberikan sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan tersebut ialah dari lapangan usaha industri pengolahan dan lapangan usaha konstruksi perdagangan besar, eceran dan reparasi serta beberapa sektor lainnya.

“Pada triwulan IV tahun 2016, industri pengolahan tumbuh 6,3 persen, kemudian juga diikuti dari sektor lapangan perusahaan lisrik dan pengadaan air, serta sektor perdagangan juga tumbuh pesat,” terangnya.

Ditambahkan Puji, inilah beberapa lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel di tahun 2016.

Puji juga menjelaskan, berdasarkan data dari tahun ke tahun (Y on Y) triwulan IV dibanding tahun 2015, Sumsel mengalami pertumbuhan mencapai 5,13 persen, sementara jumlah produk (Q to Q) dengan tahun sebelumnya kita mengalami kontraksi sebesar 3,26 persen.

“Kontraksi ini terjadi karena pengaruh musiman. Seperti sektor pertanian yang sangat dipengaruhi oleh faktor musim. Dimana pertanian Sumsel sharenya hampir 17 persen, sehingga pada saat panen tidak pada puncaknya akan mendorong turunnya kontraksi,” jelas Puji.

Namun, lanjut Puji, pada dasanya di tahun 2016 lalu semua lapangan usaha di Sumsel mengalami pertumbuhan. “Begitu juga di tingkat nasional yang mendorong pertumbuhan juga di bidang industrinya,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait