PALEMBANG — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan takjil di sejumlah Pedagang Takjil di Jalan Ratna 29 Ilor Kecamatan Ilir Barat Kota Palembang.

Sampel makanan tersebut langsung dilakukan uji laboratorium yang disediakan dalam mobil keliling milik BPOM Palembang untuk mengetahui apakah mengandung zat berbahaya atau tidak, seperti formalin, rodamin, boraks dan pewarna sintetis.

Dari 13 sample makanan ditemukan 7 makanan yang mengandung formalin, yakni makanan berupa tahu, pempek tahu, rujak mie, sate kerang dan cincau hitam.

Kepala BPOM Palembang, Arnold Sianipar mengatakan pihaknya langsung mengamankan makanan yang mengandung formalin tersebut. “Nanti akan ditelusuri sumbernya dari mana, karena ini berbahaya dikonsumsi masyarakat. Formulir itu untuk pengawet mayat dan tidak boleh diperjual belikan secara umum karena itu ilegal,” tegasnya disela kegiatan sidak, Senin (29/05).

Sebelumnya, BPOM telah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam mengkonsumsi makanan. “Kita sebelumnya sering lakukan sosialisasi dan kita mengharapkan bukan hanya BPOM yang mengawasi tetapi juga masyarakat minimal tidak membeli bahan bahan tersebut,” kata dia.

Selama bulan Ramadhan ini, Arnold mengatakan pihaknya akan secara rutin melakukan sidak secara di sejumlah pasar yang ada di kota Palembang.

“Selain itu kita juga akan melakukan sidak untuk parcel-parcel, kalau ketahuan ada yang menjual produk expired maka jelas akan kita tindak,” tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait