PALEMBANG — Untuk melakukan kilas balik terhadap kinerja yang telah dan belum tercapai selama tahun 2016, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Rapat Evaluasi Nasional Tahunan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 7 hingga 10 Desember di hotel Novotel Palembang.

Rapat evaluasi yang mengusung tema, “Badan POM Hadir Melindungi Masyarakat dari Obat dan Makanan yang Beresiko terhadap Kesehatan melalui Peningkatan Layanan Punlik dan Pelnegakan Hukum Badan POM” dihadiri oleh 275 peserta dari berbagai perwakilan BPOM setiap provinsi dan pejabat balai besar.

Kepala BPOM RI, DR. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP mengatakan dengan adanya rapat evaluasi tersebut diharapkan BPOM dapat memperkuat visi misi dan kesepakatan komitmen terhadap perlindungab konsumen, dalam hal ini masyarakat umum.
“Kita terus menumbuhkan kesadaran masyarakat dan menekannkan edukasi terhadap pentingnya pemilihan makanan dan obat yang sehat,” jelas Penny.
Kedepannya, lanjut Pebby, BPOM akan lebih mengoptimalkan kerjasama dengan stakeholder dan berbagai institusi lainnya untuk bersinergi memerangi kejahatan terhadap obat dan makanan di tengah masyarakat.

Sementara, Plt Sekretaris Daerah provinsi Sumatera Selatan, Joko Imam Sentosa mengatakan, Pemerintah provinsi Sumatera Selatan akan terus menjalin kerjasama dengan BPOM untuk melindungi masyarakat Sumsel dari bahaya yang terkandung dalam obatan dan makanan.

“Meskipun pasti banyak kendala, tetapi diusahakan lebih intensif lagi mengenai rumusan dan kebijakannya,” kata Joko.
Apalagi Sumsel akan menjadi tuan rumah event internasional Asian Games 2018, Joko menyampaikan, peran BPOM sangat penting untuk memastikan kuliner di Sumsel aman untuk di konsumsi.

“Tingkat kehigenisan dalam pembuatan produk yang dipasarkan oleh UMKM harus ditingkatkan dan diprioritaskan, BPOM bisa melakukan pelatihan dan bimbingan terhadap UMKM agar tercipta produk yang aman dikonsumsi,” Tukasnya. (juniara)

RelatedPost