PALEMBANG— Untuk meningkatkan peran dan kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) dalan mendukung pemerintah provinsi Sumatera Selatan (pemprov Sumsel), Tim Badan pemeriksa keuangan (BPK) RI perwakilan Sumsel melakukan audit terhadap efektivitas tata kelola pemerintah daerah dalam Pembinaan BUMD tahun anggaran 2001 hingga 2016.

Wakil Gubernur Sumsel, H. Ishak Mekki usai menerima Tim BPK RI perwakilan Sumsel di ruangan kerjanya, Jumat (23/9) menyampaikan audit BPK tersebut untuk mencari data dan kekurangan apa saja yang yang masih dialami BUMD sehinnga nantinya akan ada solusi yang diberikan.

“Mereka (BPK) mencari data dan masukan bagaimana ke depan perusahaan BUMD berjalan dengan baik sehingga memberikan kontribusi ke pemprov Sumsel,” jelasnya.

Dikatakannya, Audit dari BPK ini juga dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan tujuan yang sama agar BUMD seluruh daerah bisa menjadi andalan dan penyokong pemerintah.

“Kita akan mencari tahu pola kerja apa saja yang menghambat dan faktor-faktor lain yang terkait, seperti badan pengawasnya, personil serta badan hukumnya. Ini BUMD seluruh dilakukan audit untuk mencari solusi supaya kedepan memang menjadi anadalan, menjadi perusahaan yang maju dan transparan. Yang diaudit hanya peta kelola kinerja,” urainya.

Diungkapkan Ishak, ini kali pertama Tim Audit BPK RI perwakilan Sumsel mengaudit secara tata kelola pola kerja dan sudah mulai bekerja seminggu yang lalu. “Hasilnya bisa kita ketahui satu bulan kedepan. Nanti setelah diaudit BPK akan memberikan masukan,” tutupnya. (juniara)

Related Post