PALEMBANG — Mitra Kukar bertekad meneruskan tren kemenangan dan enggan kehilangan poin saat menantang tuan rumah Sriwijaya FC, Rabu (7/6) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Kemenangan telak 5-3 atas PS TNI (2/6) diharapkan dapat diteruskan oleh Mohammed Sissoko dkk di Palembang untuk terus bersaing di jalur juara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017.

Namun pelatih Naga Mekes, Jafri Sastra mengaku pihaknya punya tugas ekstra jelang laga ini, terutama di sektor kebugaran pemain. “Jumat kami bertanding, keesokan harinya recovery, Minggu berlatih sebentar lalu Senin sudah berangkat, ini sangat berat apalagi di bulan puasa. Namun semua kami syukuri dan jalani dengan ikhlas, semoga nanti hasil positif dapat diraih di Palembang,” ungkapnya saat dihubungi Senin (5/6) sore.

Meski mengaku jadwal sangat padat, namun dirinya menyebut anak asuhnya enggan mengeluh. “Seharusnya bisa lebih baik lagi pengaturannya, namun tentu tidak boleh menyalahkan jadwal karena tim lain juga sama. Sekarang sebagai pelatih saya harus bisa pintar-pintar dalam menyusun program,” jelasnya.

Di bulan suci Ramadhan ini, Jafri menyebut pihaknya meniadakan latihan malam agar anak asuhnya dapat fokus beribadah. Oleh karena itu, meski bisa meminta jadwal uji coba lapangan di stadion GSJ pada malam hari, Jafri menegaskan pihaknya tetap akan berlatih pada sore hari. “Kita tidak tahu apakah tahun depan masih akan bertemu dengan Ramadhan lagi atau tidak, karena itu saya berikan kesempatan kepada pemain agar dapat beribadah secara penuh pada malam hari,” tegasnya.

Menghadapi SFC, pelatih yang dulu menimba ilmu di PPLP Palembang ini mengaku membawa 20 pemain. Namun diakuinya, dari 20 pemain yang diboyong tersebut, beberapa nama pilar Mitra Kukar seperti penjaga gawang utama Gerry Mandagi terpaksa ditinggal di Tenggarong karena masih dalam proses pemulihan cedera.

Dalam kesempatan yang sama, Jafri mengaku cukup mengetahui perkembangan terkini klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini. “Tekanan dari suporter itu biasa, namun terkadang pergantian pelatih bukanlah solusi terbaik. SFC sudah merasakannya sendiri di awal musim ini, Widodo C Putro yang menurut saya kemarin masih layak dipertahankan dilepas, tetapi sekarang dia justru menuai sukses bersama klub barunya,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait