PALEMBANG — Pemerintah provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus mengoptimalkan persiapan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Bonn Challenge 2017.

Berbagai persiapan terus dikebut, salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya. Kepala Dinas Kominfo Sumsel Farhat Syukri mengatakan, selain telah  melakukan persiapan pembuatan iklan layanan masyarakat yang akan ditayangkan di media, pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi membahas masalah persiapan secara umum dari masing-masing pihak yang ikut terlibat dalam pelaksanaanya nanti.

Menurutnya, kesiapan harus maksimal karena pelaksanaannya sendiri pada 9-10 Mei 2017 sudah semakin dekat, sehingga perlu ada koordinasi agar pelaksanaanya bisa berjalan sesuai harapan.

“Iklan layanan masyarakat yang melibatkan Gubernur Sumsel Alex Noerdinsudah kita buat, yang kemudian akan ditayangkan di media tv nasional dan lokal, lalu kita rapatkan lagi dengan pihak terkait mengenai kesiapan masing-masing kepantian,” katanya pada awak media, Senin (27/03).

Farhat menyebutkan sejumlah persiapan terus dilakukan,agar kegiatan yang akan diikuti oleh sekitar 30 negara peserta tersebut, bisa terselenggara dengan baik, termasuk tempat yang akan dikunjungi peserta seperti Pulau Sembilang dan Sepucuk di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai tempat penyelengaraan salama kegiatan Bonn Challenge  di Sumsel.

“Asia Bonn Challenge tetap fokus  terhadap kepedulian dan pantauan mengenai perkembangan pemulihan hutan dan lahan gambut yang ada di Sumsel, mengedepankan  Konsep Kemitraan Pengelolaan Bentang Alam/Ekoregion ( KPE),” jelas dia.

Ditambahkan Farhat, upaya lain yang akan dikembangkan yakni  menjalin kemitraan multi aktor P4 (public private people partnership) untuk mengelola berbagai aktifitas dalam suatu bentang alam, secara terpadu, lintas sektor (kehutanan,perkebunan,pertanian), dan lintas wilayah admistratif (Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota , Provinsi, Pulau/region), dalam kerangka green growth ( protection dan production ).

Diketahui, Asia Bonn Challenge sendiri rencanya akan dihadiri oleh 30 Negara/perwakilan negara, CEO Internasional NGO serta 11 Gubernur di Indonesia. (juniara)

Artikel Terkait