PALEMBANG —  Cegah paham radikalisme dan terorisme dikalangan mahasiswa, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Sumsel mengajak perguruan tinggi untuk saling bersinergi melalui dialog interaktif bersama mahasiswa dan dosen.

Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris dalam dialog interaktif yang digelar di Grand Atyasa, Rabu (05/04) mengatakan untuk mencegah agar paham radikalisme dan terorisme tidak menguasai mahasiswa diperlukan sinergisitas semua pihak termasuk mahasiswa dan dosen.

“Mahasiswa harus berhati-hati dalam memilih organisasi karena dari organisasi tersebut bisa membentuk karakter mahasiswa mau jadi apa, dan organisasi harus terbuka dengan pihak kampus agar semuanya bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

WhatsApp Image 2017-04-05 at 14.05.03

(sumber foto:laskarwongkito.com)

Dalam kesempatan yang sama, M Adil salah satu narasumber dalam dialog tersebut mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah radikalisme di dalam kampus, dengan memberikan pemahaman kepada mahasiswa.

“Inilah peran kita kepada mahasiswa. Maka dari itu mahasiswa harus dipilah dari awal, bukan setelah jadi mahasiswa,” kata Adil yang juga merupakan ketua Bidang Ekonomi Sosial Budaya dan Hukum (Ekososbud) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang,

Dikatakannya, untuk mencegah radikalisme dikalangan mahasiswa, pihaknya telah memberikan penjelasan dan arahan kepada organisasi-organisasi dikampus.

“Kita tahu sendiri organisasi sudah banyak dicivitas kampus, maka dari itu kita juga memberikan arahan, seperti organisasi HMI, KAMMI, dan lainnya juga,” urainya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang sekaligus sebagai pembicara, Sirozi menuturkan, Perguruan Tinggi memang harus mengambil peran yang besar dalam kegiatan yang digelar oleh civitas kampus. Jadi setiap koridor kegiatan mahasiswa, pihak kampus perlu mengetahui.

“Kegiatan dikampus banyak sekali, mulai dari kegiatan organisasi internal kampus dan kegiatan ekstrakurikulernya. Inilah peran kita yang perlu pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan agar kejadian yang tidak diinginkan dapat diantisipasi,” singkatnya. (Juniara)

Artikel Terkait