PALEMBANG — Inspektur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wiliem Rapanggilei mengapresiasi pencapaian provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2016 lalu.

Menurutnya, ini merupakan hasil dari kerjasama serta kolaborasi dari semua pemangku kepentingan yang menjadi kekuatan luar biasa yang patut dipertahankan.

“Kita bersyukur tahun lalu berhasil menanggulangi karhutla, memang masih terjadi namun tidak terlalu signifikan,” ungkapnya disela kegiatan apel kesiagaan karhutla di Griya Agung, Sabtu (18/02).

Dikatakan Wiliem, keberhasilan ini tentu berdampak baik bagi Indonesia, terutama Sumsel untuk mengembalikan reputasi di mata dunia.

“Ini berdampak bagus bagi masyarakat, juga dalam bidang pelayanan publik misalnya pelayanan di bandara, ini harus kita pertahankan,” ujarnya.

Diungkapkan Wiliem, Karhutla yang terjadinya pada 2015 menelan kerugian material sebesar 221 triliun, namun disebutkannya masih ada kerugian yang lebih parah lagi dialami oleh masyarakat, yakni, kerusakan lingkungan yang perbaikannya butuh waktu dan modal cukup besar.

“Selain itu juga kesehatan masyarakat terganggu akibat dari kabut asap,” tambahnya.

Dijelaskannya, ada dua faktor utama untuk mencegah Karhutla agar tidak terjadi, yang pertama upaya dari semua pihak dan kedua faktor cuaca. Langkah-langkah pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan melakukan sosialisasi dan melakukan pemadaman secepat mungkin jika ada titik api yang terdeteksi.

“Tahun lalu masih dipengaruhi lanina jadi pada saat kemarau masih terjadi hujan, tapi pada tahun ini kemarau diprediksi cukup lama jadi kita harus benar-benar mempersiapkan upaya pencegahan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wiliem mengatakan pemerintah Sumsel dan seluruh pihak jangan dulu berpuas diri dengan keberhasilan tahun lalu. Namun, harus dijadikan sebagai indikator untuk mencegah Karhutla tahun ini.

“Tahun depan kita akan menghadapi Asian Games, jangan lengah dan tetap lakukan pencegahan sebaik-baiknya,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait