PALEMBANG — Menyikapi arahan Presiden RI Joko Widodo yang menyampaikan bahwa Indonesia darurat narkoba. Maka Badan Narkotika Nasional (BNN) sesuai tugasnya terus melakukan upaya pencegahan untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan obat terlarang narkoba dikalangan masyarakat di seluruh di Indonesia termasuk di wilayah Sumatera Selatan.

Direktur Advokasi Penindakan BNN, Yunis Farida Oktoris, Selasa (08/11), mengatakan, dengan kondisi tersebut pula BNN juga terus melakukan upaya untuk menginformasikan mengenai bahaya narkoba setiap kalangan, lalu untuk target itu BNN juga harus bisa bersinerji dengan semua pihak termasuk dengan pihak perusahaan swasta di seluruh wilayah di Indonesia.

” Pada kesempataan ini kami ajak semua pihak pengusaha swasta di Sumsel untuk ambil bagian dalam mencegah pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” katanya.

Dijelaskannya, bersama dengan Forum konunikasi lintas sektor dan mengusung tema “Bersama mewujudkan indonesia besrih Narkoba” ada 50 instansi swasta di Sumatera Selatan ikut ambil bagian dalam kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dilaksanakan di Hotel Aston Palembang.

Menurutnya kegiatan semacam ini sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia, sedangkan untuk Palembang merupakan kota terakhir yang ikut menyelenggarakan pencegahan penyalahgunaan obat terlarang narkoba.

“Maksudnya, ini kota terkahir setelah kami melaksanakan hal yang sama di kota-kota lain di Indonesia,” jelasnya.

Intinya kata Yunis, Poin yang akan disampaikan pada setiap kesempatan adalah, BNN tidak bisa kerja sendiri sehingga diperlukan pihak-pihak lain seperti instansi swasta yang ikut dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sehingga tugas yang ada bisa dilaksanakan secara mudah dan ringan. Lalu kemudian yakni mengupayakan agar informasi bahayanya narkoba tersampaikan dengan baik kesemua pihak.

” BNN hanya memberikan informasi tentang pencegahan dan bahaya norkoba kepada pihak swasta, untuk kemudian pihak swasta tersebutlah yang menindaklanjuti ke intern mereka,” urainya.

Sementara itu ia juga menyampaikan bahwa disetiap kegiatan adalah upaya untuk menginformasikan dengan baik masalah bahaya narkoba dari sisi pencegahan, sehingga masyarakat tau dan mengerti, kemudian setelah tau dan mengerti maka masayarakat pulalah yang bisa menentukan sikap mengenai narkoba.

“Sikap itulah yang kami harapkan mampu membentengi serta memfilter diri masing-masing masyarakat, setelah paham lalu menolak atau justru menggunakan narkoba karan ingin coba-coba,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost